
Ilustrasi rem cakram sepeda motor. (Pixabay)
JawaPos.com - Suara berdecit dari rem depan saat kamu berkendara memang bikin tidak nyaman. Apalagi kalau bunyinya muncul setiap kali tuas rem ditekan, rasanya seperti semua orang di sekitar ikut menoleh. Padahal, di balik suara tersebut bisa saja ada masalah pada sistem pengereman yang tidak boleh kamu abaikan.
Kalau dibiarkan terlalu lama, bunyi pada kampas rem depan bukan cuma mengganggu, tapi juga berisiko menurunkan performa pengereman dan membahayakan keselamatan.
Supaya kamu bisa segera mengatasinya, berikut ini 7 penyebab umum rem depan bunyi berdecit beserta solusinya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
Kampas rem depan sangat rentan terkena debu, pasir, lumpur, hingga kerak jalanan, terutama jika kamu sering berkendara di kondisi macet atau jalan basah. Kotoran yang menempel pada permukaan kampas akan membuat gesekan dengan cakram menjadi tidak rata. Inilah yang kemudian memicu suara berdecit saat kamu mengerem.
Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan kampas rem menggunakan amplas halus agar permukaannya kembali rata. Namun, jika kamu tidak yakin membongkar sendiri, sebaiknya bawa motor ke bengkel agar dibersihkan dengan prosedur yang tepat tanpa merusak komponen lain.
Menggunakan kampas rem yang tidak original atau kualitasnya rendah memang terlihat lebih hemat di awal. Namun, material yang terlalu keras atau tidak sesuai standar pabrikan justru bisa menimbulkan suara berisik saat pengereman. Selain itu, kampas jenis ini biasanya lebih cepat aus dan kurang pakem.
Supaya sistem pengereman tetap optimal dan senyap, sebaiknya kamu memilih kampas rem asli atau produk aftermarket yang sudah teruji kualitasnya. Jangan sampai tergiur harga murah tapi malah merugikan dalam jangka panjang.
Kebiasaan menekan tuas rem terus-menerus tanpa jeda bisa membuat kampas rem menjadi terlalu panas. Saat material kampas mengalami panas berlebih, permukaannya bisa mengeras atau glazing. Kondisi ini menyebabkan gesekan tidak lagi optimal dan memunculkan suara berdecit.
Solusinya, pastikan ada jarak bebas pada tuas rem sekitar 10–20 mm agar tidak selalu dalam kondisi tertekan. Jika kampas sudah terlanjur mengeras dan daya cengkeramnya menurun, lebih baik kamu menggantinya dengan yang baru.
Kampas rem memiliki batas ketebalan minimum. Jika sudah terlalu tipis, bagian logam di dalamnya bisa langsung bergesekan dengan cakram. Gesekan logam dengan logam inilah yang menimbulkan bunyi nyaring sekaligus berisiko merusak cakram.
Karena itu, kamu perlu rutin memeriksa ketebalan kampas rem. Jika sudah mendekati batas minimum, segera lakukan penggantian agar pengereman tetap aman, pakem, dan tidak menimbulkan suara mengganggu.
Kaliper berfungsi menekan kampas rem ke cakram saat kamu mengerem. Jika kaliper macet atau tidak bisa bergerak dengan lancar, kampas bisa terus menempel pada cakram meski kamu tidak sedang mengerem. Akibatnya, muncul suara gesekan yang tidak normal saat motor berjalan.
Membersihkan kaliper dan memberikan pelumas khusus pada bagian pin gesernya bisa menjadi solusi awal. Namun, jika kerusakan sudah parah, kamu mungkin perlu mengganti komponen tersebut agar sistem pengereman kembali bekerja normal.
Saat kamu melewati genangan air atau berkendara di bawah hujan deras, kampas rem bisa menjadi basah. Air yang menempel di antara kampas dan cakram akan mengganggu gesekan normal dan menimbulkan bunyi berdecit sementara.
Biasanya suara ini akan hilang setelah kampas kembali kering. Kamu bisa mengeringkannya dengan cara berkendara perlahan sambil mengerem ringan beberapa kali agar panas dari gesekan membantu menguapkan air.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
