
VinFast Limo Green di IIMS 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Penelitian terhadap lebih dari 5.700 kendaraan di Vietnam menunjukkan bahwa kendaraan listrik cenderung lebih awet dibandingkan kendaraan bermesin bensin. Keunggulan ini didukung desain mekanis yang sederhana, pemanfaatan sistem pengereman regeneratif, serta risiko kerusakan yang lebih rendah.
Temuan tersebut dipresentasikan dalam Konferensi Internasional Teknologi Manufaktur dan Produksi di Malaysia pada 2-5 Februari 2026. Laporan ini mengenai ketahanan kendaraan listrik dan kendaraan pembakaran internal menarik perhatian kalangan akademisi.
Studi dilakukan oleh Dam Hoang Phuc, Direktur Program Teknik Otomotif, bersama tim BK AUTO dari Universitas Sains dan Teknologi Hanoi. Mereka menggunakan tiga metode analisis berbeda dalam penelitian ini.
Dam Hoang Phuc mengungkapkan kendaraan listrik menunjukkan daya tahan baik dalam model teoretis dan kondisi nyata.
“Hasil ini berkontribusi untuk memberikan pandangan ilmiah dan objektif tentang daya tahan kendaraan dalam konteks transisi menuju transportasi listrik, sekaligus menambahkan bukti empiris dari Vietnam ke forum akademik internasional,” kata Dam seperti dikutip dari VTV Online, Minggu (8/2).
Dari sisi teori, para peneliti menggunakan model Weibull untuk mengukur tingkat keandalan dan probabilitas kegagalan kumulatif. Hasil analisis menunjukkan pada tahun awal, perbedaan daya tahan mobil listrik dan bensin relatif kecil.
Namun, pada usia pakai 12 tahun, selisihnya makin jelas. Probabilitas kegagalan kendaraan pembakaran internal tercatat melebihi 81 persen, sedangkan kendaraan listrik sekitar 63 persen.
Ketika usia kendaraan mencapai 15 tahun, tingkat kegagalan mobil bensin hampir menyentuh angka absolut, di atas 98 persen. Sedangkan kendaraan listrik masih bertahan dengan probabilitas sekitar 86 persen.
Para peneliti menilai kompleksitas mekanis mesin pembakaran internal jadi faktor utama risiko kerusakan tinggi. Berbeda dengan sistem penggerak listrik yang ringkas dengan sedikit komponen aus, membuat kendaraan listrik lebih stabil dan tahan lama.
Bukti empiris didapat dari data perawatan hampir 5.700 kendaraan listrik VinFast dan kendaraan pembakaran internal di Vietnam periode 2020-2024. Setelah jarak tempuh 40.000 km, kegagalan kendaraan listrik menurun dan konsisten lebih rendah dibandingkan mobil bensin.
Pada jarak 80.000 sampai 125.000 km, tingkat kegagalan kendaraan listrik hanya 0,021–0,029 kejadian per 1.000 km. Angka ini lebih rendah dari kendaraan pembakaran internal yang di kisaran 0,025–0,034 kejadian per 1.000 km.
Bukti lain dari uji langsung di lapangan, pengereman menurun secara terus-menerus membuat suhu cakram rem mobil bensin naik drastis dari 36,8°C menjadi 147,6°C. Sedangkan pada kendaraan listrik, suhu cakram hampir tak berubah, hanya naik dari 33,4°C ke 38,4°C.
Perbedaan suhu 110°C menunjukkan efektivitas sistem pengereman regeneratif kendaraan listrik yang konversi energi kinetik jadi listrik. Dampaknya beban kerja rem konvensional berkurang drastis.
Data bengkel juga memperlihatkan tingkat keausan cakram rem kendaraan listrik hanya 60–65 persen dibandingkan mobil bensin pada jarak tempuh sama. Meskipun bobot baterai lebih berat, suspensi kendaraan listrik menahan tekanan lebih baik.
Dalam simulasi pengereman darurat kecepatan 60 km/jam, tekanan maksimum lengan A gandar depan kendaraan pembakaran internal mencapai 150 N/mm². Angka ini lebih dari dua kali lipat dari kendaraan listrik yang 65–70 N/mm².
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022