
Ilustrasi: Berkendara sepeda motor matic. (Istimewa).
JawaPos.com-Motor matic sudah lama menjadi andalan mobilitas harian masyarakat Indonesia. Praktis, nyaman, dan mudah dikendarai. Namun, tidak sedikit pengguna yang mengeluh tarikan terasa berat, akselerasi menurun, hingga konsumsi BBM makin boros.
Padahal, sebagian besar masalah tersebut muncul bukan karena usia motor, melainkan akibat perawatan yang kurang tepat.
Nah, agar motor matic Anda tetap responsif dan irit bahan bakar, perawatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem CVT, pemilihan oli, hingga kebiasaan berkendara sehari-hari. Berikut panduannya.
1. Rutin Merawat CVT agar Tarikan Tetap Enteng
Sistem Continuously Variable Transmission (CVT) adalah jantung penggerak motor matik. Di dalamnya terdapat v-belt, roller, pulley, dan kampas kopling ganda yang bekerja terus-menerus setiap kali motor digunakan.
Membersihkan CVT secara berkala, idealnya setiap 8.000–10.000 km, sangat penting. Debu dan kotoran yang menumpuk bisa membuat roller seret dan v-belt tidak bekerja optimal. Akibatnya, tarikan awal terasa berat dan akselerasi melambat.
2. Gunakan Oli Mesin sesuai Spesifikasi
Kesalahan paling umum pemilik motor matic adalah asal memilih oli. Padahal, oli berperan besar menjaga gesekan mesin tetap minim dan suhu stabil.
Gunakan oli dengan viskositas yang direkomendasikan pabrikan, umumnya SAE 10W-30 atau 10W-40 dengan standar JASO MB khusus motor matik.
Oli yang terlalu kental membuat mesin terasa berat, sedangkan oli terlalu encer berisiko mempercepat keausan komponen. Jangan lupa, ganti oli secara rutin setiap 2.000–3.000 km agar performa tetap terjaga dan konsumsi BBM tidak membengkak.
3. Perhatikan Penggantian Oli Gardan
Selain oli mesin, motor matic juga memiliki oli gardan yang sering luput dari perhatian. Padahal, oli gardan bertugas melumasi gear akhir yang langsung menyalurkan tenaga ke roda.
Oli gardan yang sudah lama tidak diganti bisa membuat suara kasar dan menambah beban kerja mesin. Idealnya, penggantian dilakukan setiap dua kali ganti oli mesin atau sekitar 8.000 km.
4. Kebiasaan Berkendara Menentukan Umur Motor
Cara berkendara sangat berpengaruh terhadap awet tidaknya motor matic. Tarikan gas mendadak dan sering membuka gas penuh dari posisi diam membuat kerja CVT dan kampas kopling lebih berat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022