
Pengunjung melihat motor Suzuki Access 125 dalam pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketika membeli motor baru biasanya muncul istilah inreyen atau melakukan adaptasi atau penyesuaian dari mesin dan komponen bergerak dengan kondisi mesin baru. Namun banyak pertanyaan apakah ini hanya mitos?
Sebenarnya inreyen adalah bahsa Belanda dengan ejaan huruf yang benar adalah inrijden yang artinya running-in. Istilah ini memang sudah tertanam lama dan pelafatannya juga versi Indonesia.
Inreyen sebenarnya perlu dilakukan pada setiap motor baru. Namun sayangnya, ritual ini mulai ditinggalkan karena dianggap kuno. Mitos ini bisa terbukti karena kesalahan prosedur inreyen.
Paling sering terdengar adalah anjuran tidak boleh menggeber motor baru. Ini memang ada benarnya namun berlaku di motor keluaran lama, karena komponen mesin dan piston belum terlalu presisi.
Seiring kemajuan teknologi, pabrikan sepeda motor semakin meningkatkan tingkat presisi mesin sehingga kinerjanya sudah mendekati sempurna ketika selesai diproduksi. Pemilik motor boleh langsung memacu motor baru, tapi tetap ada batasnya.
Usahakan tidak menahan posisi gigi dalam kecepatan tertentu cukup lama. Proses perpindahan gigi juga sebaiknya tidak mencapai putaran tinggi, namun tetap memiliki torsi ideal.
Kesalahan lainnya yaitu lupa memanaskan mesin saat motor baru datang dari diler ke rumah. Sebaiknya panaskan mesin terlebih dahulu dan tak butuh waktu lama tidak sampai 10 menit membiarkan mesin hidup dalam kondisi langsamnya.
Tanpa memanaskan mesin, proses inreyen tidak akan maksimal. Bahkan akan menyiksa komponen di dalamnya akibat tidak terlapisi pelumas dengan baik karena mesin belum dipanasi. Usahakan selama masa inreyen, setiap pagi atau setelah motor diparkir lebih dari 6 jam tetap dipanasi sekitar 3 menitan.
Memang, pabrikan sepeda motor menyatakan inreyen tidak wajib dilakukan. Alasannya, karena motor baru sudah mengalami proses pengujian yang ketat di pabrik. Setiap bagian komponen sudah dibuat sedemikian presisi dan minim friksi.
Dalam masa inreyen motor baru, komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian dan masih saling muncul friksi dalam skala kecil. Masa inreyen sebaiknya tetap dilakukan sebagai bentuk antisipasi.
Sebab, setiap produk yang mereka hasilkan belum tentu durabilitasnya sama-sama awet untuk jangka panjang. Dengan inreyen ini, kita bisa mensirkulasikan oli secara merata dengan kondisi mesin belum bekerja keras.
Jika mesin dijalankan secara asal-asalan, maka komponen yang bergesekan di dalam mesin akan mengalami keausan yang lebih cepat. Tidak menutup kemungkinan, pemakaian yang sembarangan ini bisa menyebabkan kerusakan komponen.
Perlu diketahui, manfaat dari proses inreyen yaitu membuat kemampuan mesin motor awet untuk jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022