
Peluncuran ALETRA L8 EV pada ajang pameran GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerag, Banten, Jumat (22/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ajang GJAW 2024 yang dibuka beberapa hari lalu dimanfaatkan PT Aletra Mobil Nusantara, meluncurkan produk pertamanya di Indonesia yakni Aletra L8 EV. Bahkan mobil bertenaga listrik ini diklaim sebagai MPV 7-seater yang terluas di kelas EV dan baru mempunyai satu rival yaitu BYD M6.
Aletra L8 EV merupakan produk kerja sama strategis antara PT Aletra Mobil Nusantara dengan LIVAN Auto, bagian dari Geely Auto Group. Jadi merupakan merek lokal, asli Indonesia, namun mobilnya didatangkan dari Tiongkok.
Basis yang digunakan pun sama persis yang digunakan Livan Maple 80V, namun sejumlah penyesuaian dilakukan agar bisa di jual di Indonesia.
Beberapa penyeseuaian dilakukan di interior dan termasuk desain eksterior. Chairman dan Founder Aletra, Megusdyan Susanto.Meski menyatakan status mobilnya masih impor, akan tetapi berbicara brand atau nama diklaim murni buatan Indonesia.
"Brand Aletra ini perusahaan Indonesia dengan pemiliknya orang Indonesia," ujar Susanto kepada wartawan di ICE, BSD, Tangerang, dikutip, Senin (25/11).
Susanto menambahkan bahwa pihaknya menggelontorkan dana triliunan rupiah agar Aletra L8 bisa dipasarkan dan sesuai dengan pasar Indonesia, terutama memindahkan setirnya ke kanan.
"Bagian dalam dan luarnya, front face, panjangnya, sebenarnya dilakukan penyesuaian khusus untuk Indonesia Market. Kami harus mengeluarkan seluruh biaya R&D (riset dan pengembangan) convertion ke setir kanan," uajrnya.
Bila dilihat dari sisi desain ada sedikit perbedaan antara Aletra L8 dengan Livan Maple 80V. Namun bila bicara spesifikasi fitur, dan powertrainya tidak ada yang berbeda.
Dimensinya lebih besar bila dibanding dari BYD M6, yaitu Aletra L8 mempunyai panjang 4.706 mm, lebar 1.909 mm, tinggi 1.699 mm, dan wheelbase 2.700 mm.
"Sebenarnya produk ini hampir boleh dibilang banyak sekali perubahan yang khusus untuk Indonesia, jadi selain di-rebadge, juga di-redevelopment. Sehingga benar-benar disesuaikan semuanya untuk karakter Indonesia," katanya.
Belakangan ini serbuan produk Tiongkok sangatlah masif di Indonesia, apalagi pemerintah memberikan kemudahan terkait subsidi pajak impor meskipun dibatasi oleh kuota.
Kebijakan baru ini yang membuat beberapa brand kecewa, dimana beberapa kebijakan sebelumnya merek atau produk baru harus mempunyai pusat produksi di Indonesia dari hulu hingga hilir.
Wajar bila tak sedikit opini kalau Indonesia menjadi "sampah" produk Tiongkok karena tanpa dibarengi percepatan tukar teknologi. Namun positifnya ini juga menjadi edukasi bagi perkembangan teknologi dan banyak pilihan bagi masyarakat.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
