
Photo
JawaPos.com - Hyundai baru saja mengungkap mesin terbaru yang disematkan ke dalam produknya. Mesin tersebut berteknologi Continuously Variable Valve Duration (CVVD) dengan sistem pembakaran dalam.
Dikutip JawaPos.com dari laman PerformanceDrive, Kamis (4/7), menurut pembuat mobil asal Korea Selatan (Korsel) itu, mesin yang dipasangi CVVD menawarkan kinerja empat persen lebih besar, efisiensi bahan bakar lima persen lebih baik, dan emisi 12 persen lebih sedikit daripada yang tidak menggunakan teknologi tersebut.
Teknologi itu bekerja ketika kendaraan melaju dengan kecepatan konstan dan membutuhkan sedikit daya. CVVD membuka katup intake dari tengah hingga akhir langkah kompresi, meningkatkan efisiensi dengan mengurangi hambatan yang disebabkan oleh kompresi. Selanjutnya, ketika akselerasi dan output engine tinggi, katup intake ditutup pada awal langkah kompresi, yang memaksimalkan jumlah udara yang digunakan selama penyalaan untuk meningkatkan torsi.
CVVD akan tayang perdana dalam empat silinder Smartstram G1.6 T-GDi yang menghasilkan tenaga 180 hp dan torsi 195 lb-ft. Mobil Hyundai Sonata akan menjadi model pertama yang menggunakan mesin ini.
Bersamaan dengan CVVD, powertrain mencakup resirkulasi gas buang tekanan rendah dan sistem manajemen thermal terpadu yang baru. Hal itu untuk memanaskan dan mendinginkan engine dengan cepat ke suhu pengoperasian yang optimal.
"Pengembangan teknologi CVVD adalah contoh yang baik Hyundai Motor Group memperkuat teknologi powertrain kami," kata presiden dan kepala divisi penelitian dan pengembangan di Hyundai Motor Group, Albert Biermann.
“Kami akan melanjutkan upaya inovasi kami untuk membawa perubahan paradigma dan memastikan keberlanjutan model bisnis kami," tambahnya.
Di tanah air, Hyundai dikabarkan siap membuat fasilitas perakitan atau pabrik. Pabrik ini disebut-sebut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal segera beroperasi pada 2021 mendatang.
Terkait rencana Hyundai membuka pabrik di Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik kabar itu dan berharap investasi bisa segera dilakukan. Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi di sela-sela Press Conference GIIAS 2019 di Jakarta, Selasa (2/7) kemarin mengatakan bahwa Gaikindo sudah mendengar rencana tersebut dan mengatakan kalau Hyundai sudah memilih lokasi pabrik yang dimaksud.
Nangoi bersama Gaikindo berharap Hyundai tak hanya berinvestasi untuk memproduksi kebutuhan dalam negeri saja, tetapi juga untuk pemenuhan ekspor dari Indonesia.
"Jadi bukan hanya membuka pabrik mobil di Indonesia untuk pasar domestik saja, tetapi lebih kami bidik adalah bagaimana membuka pabrik di Indonesia yang nantinya akan jadi basis ekspor seperti ke Australia dan sekitarnya. Karena di sana banyak yang menggunakan mobil Hyundai," terang Nangoi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
