
Denza D9 yang baru dirilis di Indonesia. (Denza Indonesia)
JawaPos.com - Dominasi Toyota Alphard di segmen MPV premium berukuran besar nyaris tidak tertandingi selama bertahun-tahun. Alphard seperti sudah menjadi simbol kesuksesan bagi orang kaya di Indonesia.
Namun akhir-akhir ini mulai muncul tantangan dari para kompetitor baru yang seluruhnya berasal dari Tiongkok. Tidak tanggung-tanggung, para kompetitor tersebut merupakan mobil listrik murni. Tahun 2024 lalu, Zeekr 009 dan Maxus Mifa 9 resmi meluncur di Indonesia. Tidak cukup sampai di situ, pada hari Rabu (22/1), Alphard kembali mendapat lawan dari Negeri Tirai Bambu.
Kali ini adalah Denza D9 yang mencoba peruntungan di pasar otomotif Tanah Air. Sebagai informasi, Denza adalah merek mobil premium milik BYD. Ibarat Toyota yang memiliki Lexus dan Hyundai dengan Genesisnya. Seperti diketahui, BYD telah terlebih dahulu masuk pasar Indonesia dan saat ini memasarkan empat model, yaitu Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6.
Kehadiran Denza D9 di Indonesia semakin memberi beragam pilihan kepada konsumen, terutama para eksekutif yang membutuhkan mobil nyaman untuk digunakan sebagai mobilitas sehari-hari menggunakan jasa pengemudi. Lantas bagaimana jika Denza D9 dibandingkan dengan Toyota Alphard, sang penguasa pasar MPV premium di Tanah Air?
Spesifikasi Teknis
Di Tiongkok, Denza D9 juga memiliki versi plug-in hybrid. Namun yang masuk Indonesia adalah versi bertenaga listrik murni (EV). Baterainya berkapasitas 103,36 kWh dengan motor listrik di depan dan berpenggerak roda depan (FWD).
Tenaga dari motor listriknya sebesar 308 Daya Kuda (DK) dengan torsi 360 Nm. Akselerasi dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam adalah 9,5 detik. Berdasarkan data spesifikasi di brosur, Denza D9 memiliki jarak tempuh hingga 600 kilometer dari sekali pengisian daya.
Mobil yang diimpor utuh dari Tiongkok tersebut memiliki panjang bodi 5,25 meter, lebar 1,96 meter, tinggi 1,92 meter, dan jarak antar sumbu roda 3,11 meter. Sedangkan panjang Alphard adalah 5,01 meter, lebar 1,85 meter, tinggi 1,945 meter, dan jarak antar sumbu roda 3 meter. Dari perbandingan dimensi itu, Alphard unggul dalam hal tinggi bodi. Sisanya Denza D9 lebih panjang, lebih lebar, dan jarak antar sumbu rodanya lebih jauh.
Selain bermesin bakar konvensional, Alphard generasi terkini yang dipasarkan di Indonesia juga dibekali mesin hybrid (HEV). Jantung pacunya berkapasitas 2.500cc berkode A25A-FXS dengan motor listrik di depan yang total menghasilkan tenaga 188 Daya Kuda (DK) pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi 239 Nm di 4.300 hingga 4.500 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi CVT.
Fitur
Sebagai mobil premium, baik Denza D9 dan Alphard HEV sama-sama bertabur fitur, baik fitur keselamatan maupun yang menunjang kenyamanan. Untuk piranti keselamatan, Denza D9 telah dibekali fitur-fitur keselamatan aktif yang tergabung dalam Advanced Driver Assistance System (ADAS). Fitur-fiturnya antara lain terdiri dari Lane Departure Warning (LDW), Rear Cross Traffic Braking (RCTB), Lane Keeping Assist (LKA), Rear Collision Warning (RCW), dan Blind Spot Detection (BSD).
Sedangkan Toyota juga membekali Alphard HEV dengan Toyota Safety Sense 3.0 yang berisi fitur-fitur keselamatan aktif, seperti Lane Departure Alert (LDA), Dynamic Radar Cruise Control, Lane Tracing Assist, Adaptive High Beam (AHB), dan Pre-Collision System (PCS).
Kedua mobil sama-sama menggunakan jok baris kedua model terpisah (captain seat) dengan pintu geser elektrik. Denza D9 dan Alphard HEV memiliki beragam fitur yang terdapat di kabin untuk memanjakan penumpangnya selama perjalanan. Contohnya, dua mobil itu mempunyai kursi pijat yang pengaturannya melalui layar sentuh di sandaran tangan.
Agar nuansa kabin semakin mewah, Denza D9 dan Alphard HEV sama-sama telah dibekali ambient light yang warnanya bisa diganti-ganti sesuai selera. Keduanya juga mempunyai atap kaca yang menambah kesan lapang di kabin. Namun Alphard HEV generasi terkini tidak lagi memiliki sunroof di bagian depan seperti para pendahulunya, hanya panoramic roof untuk penumpang baris kedua. Panoramic roofnya terpisah menjadi dua bagian, kiri untuk penumpang baris kedua sisi kiri dan kanan untuk penumpang baris kedua sisi kanan.
Sedangkan Denza D9 mempunyai sunroof di depan dan panoramic roof di belakang. Sesuai namanya, yang bisa dibuka hanya sunroof di depan sehingga udara segar dapat masuk ke kabin. Panoramic roof di belakang berupa kaca mati, tetapi cukup untuk melihat bintang saat perjalanan malam hari.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
