
NGE-CHARGER DULU: Pengguna mobil listrik dapat mengisi ulang baterai di rest area Km 207A tol Palimanan-Kanci yang masuk wilayah Kabupaten Cirebon (7/3).
JawaPos.com - Penetrasi kendaraan listrik khusunya rod empat semakin masif di Indonesia. Ini menjadi alasan Hyundai serius dalam memberikan teknologi yang dibenamkan di line up mobil listriknya yang di jual di Indonesia.
Bukan hanya itu, Hyundai juga memberikan dukungan dalam hal fasilitas pendukung yaitu charging station. Merek Korea Selatan yang sudah menjual tiga model mobil listrik, yaitu Hyundai Ioniq 5, Ioniq 6, dan Kona Electric baru tersebut memberikan dukungan untuk populasi mobil listrik.
Seperti diketahui Hyundai merupakan pabrikan pertama di Indonesia yang memproduksi mobil listrik secara lokal yaitu Ioniq 5. Bahkan Hyundai saat ini telah memiliki pabrik baterai dengan menggandeng LG Solution. Produksi baterai Hyundai yang dibuat di Indonesia dibenamkan pada Kona Electric terbaru.
Dukungan PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) terhadap eksosistem kendaraan rencanannya akan membangun charging station. Hingga saat ini Hyundai telah memiliki beberapa charging station dibeberaoa tempat umum.
Terkait charging station HMDI menandatangani MoU, dengan sejumlah perusahaan charging station yang dilakukan di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show, atau GIIAS 2024. Nantinya HMDI akan membangun 400 tempat pengisian baterai mobil listrik di Indonesia.
Ini artinya pengguna mobil listrik Hyundai bisa menikmati sekitar 97 persen stasiun pengisian daya swasta, atau setara lebih dari 600 charging station di seluruh Indonesia hanya menggunakan aplikasi myHyundai.
Walaupun charging station yang didirikan perusahaan berbeda, seperti Voltron, Daya Green, Charge+, Casion, dan Buzz, akan tetapi semuanya itu bisa diakses hanya dari satu aplikasi, sehingga lebih mudah.
Terkait hal ini Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT HMID, memastikan pelanggan dapat menikmati produk, layanan, dan infrastruktur yang dibutuhkan, termasuk stasiun pengisian daya yang mudah diakses.
“Kami senang dapat berkolaborasi dengan lebih banyak mitra CPO untuk membawa mobilitas terbarukan lebih dekat kepada konsumen secara luas,”ujar Soerjo di ICE BSD, Tangerang.
Hyundai juga menggelar program layanan pengisian daya EV bagi konsumen. Dalam program ini, pelanggan bisa menikmati keuntungan berupa kuota pengisian daya publik hingga 50 kWh per bulan selama satu tahun.
Bisa dikatakan bahwa langkah strategis yang dilakukan menjadikan Hyundai sebagai game changer di industri otomotif yang secara konsisten berinovasi dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan di Indonesia. Merek Korea Selatan ini sangat serius dalam hal ini.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
