Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2024 | 16.15 WIB

Tesla Nggak Laku di Korea, Cuma Bisa Jualan Satu Unit Saja Bulan Lalu

Ilustrasi: Tesla Model Y. (Car and Driver). - Image

Ilustrasi: Tesla Model Y. (Car and Driver).

JawaPos.com - Korea Selatan (Korsel) menjadi salah satu negara yang disegani di kategori otomotif. Punya Kia dan juga Hyundai, negara tersebut berhasil menantang dominasi Jepang selama beberapa tahun terakhir ini, bahkan untuk kategori kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), jenama Korea ditakuti.

Termasuk juga Tesla. Pabrikan pionir mobil listrik itu dikabarkan nggak berkutik di Korea. Pada Januari 2024, Tesla hanya mencatat satu penjualan EV di Korea Selatan. 
 
Perusahaan ini hanya menjual satu unit SUV Model Y. Apa sebabnya? 
 
 
Dikabarkan, Tesla nggak laku di Korea lantaran masalah kepercayaan konsumen di wilayah tersebut. Hal ini menyoroti kekhawatiran yang berkembang di Korea terkait kendaraan listrik yang diproduksi di Tiongkok.
 
Ada juga tantangan dalam penetapan harga dan kurangnya infrastruktur pengisian daya yang berdampak negatif terhadap permintaan di Korea. Dilansir dari Fortune, sejak Juli 2022, penjualan satu Tesla EV bulan lalu di Korea merupakan kinerja penjualan terburuk yang pernah dilakukan perusahaan Amerika tersebut.
 
Data yang dikumpulkan oleh peneliti Carisyou dan Kementerian Perdagangan Korea menunjukkan penurunan sebesar 80 % dalam jumlah pendaftaran kendaraan listrik baru pada bulan Januari jika dibandingkan dengan bulan Desember 2023. 
 
 
Suku bunga yang lebih tinggi dan inflasi diyakini menjadi salah satu faktor yang menghambat konsumen terkait permintaan EV di dalam negeri. Ada juga masalah terkait kebakaran kendaraan listrik karena baterai terlalu panas, serta kurangnya pengisi daya cepat (fast charger) di kota-kota Korea. 
 
Tesla Model Y buatan Tiongkok sendiri menjadi salah satu merek terlaris pada tahun 2023. Meskipun permintaan kendaraan listrik secara umum menurun di Korea, penurunan penjualan Tesla juga dapat dipengaruhi oleh dugaan keterkaitannya dengan Tiongkok.
 
Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Korea yang ingin membeli mobil Tesla telah membelinya, namun beberapa orang baru-baru ini mulai tidak menyukai Tesla setelah mengetahui bahwa beberapa modelnya diproduksi di Tiongkok. 
 
 
Survei menunjukkan bahwa konsumen Korea mengkhawatirkan kualitas manufaktur di Tiongkok. Rendahnya penjualan di bulan Januari juga dapat dikaitkan dengan perilaku musiman konsumen Korea. 
 
Januari bukanlah waktu terbaik untuk membeli kendaraan listrik karena konsumen menunggu pengumuman subsidi dari pemerintah. Juru bicara Tesla di Korea juga menyatakan bahwa konsumen menunda pembelian kendaraan listrik sebelum adanya konfirmasi subsidi.
 
Harga Model Y ditetapkan sebesar KRW 56,99 juta atau berkisar Rp 673 jutaan
pada Juli 2023 dan ini membuatnya memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi penuh dari pemerintah. Namun, pengumuman baru-baru ini oleh regulator semakin menurunkan ambang batas subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik dengan harga di bawah 55 juta won, yang akan mengakibatkan penurunan subsidi yang diperbolehkan untuk Model Y hingga 50 %. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore