
Ilustrasi penipuan segitiga yang merugikan penjual dan calon pembeli. Sumber: Canva
JawaPos.com – Mobilitas yang semakin tinggi saat ini, menjadikan orang banyak mengutamakan membeli mobil demi mencari kemudahan. Membeli mobil bekas merupakan cara yang banyak dilakukan orang, karena pembeli bisa mendapat spesifikasi sesuai keingingan, namun dengan harga lebih murah.
Facebook, sebagai salah satu platform yang turut memudahkan aktivitas jual beli tersebut ternyata juga tidak sepenuhnya aman dari modus penipuan. Kenali modus penipuan segitiga atau Fraud Triangle berikut ini yang sistemnya terlihat normal, namun ternyata merugikan bagi penjual dan pembeli.
Sebelumnya, akun media sosial X @ridwanhr memosting pengalamannya berurusan dengan modus penipuan tersebut. Cuitan yang ia lontarkan pada Selasa (31/10), menyebutkan bahwa mobil bekas dengan harga terlalu murah yang banyak beredar di Facebook, ternyata sebagian besar merupakan penipuan.
Secara singkat, modus penipuan ini terjadi ketika penipu berperan sebagai perantara antara penjual mobil yang asli dan calon pembeli. Dapat dikatakan pelaku bertindak sebagai pihak yang menjual dan membeli mobil, ia yang mengatur pertemuan antara kedua pihak korban sesuai dengan instruksinya.
Sistemnya seperti ini, ada seseorang yang akan menjual mobil bekas di Facebook. Penipu kemudian memosting ulang iklan tersebut dengan harga yang jauh lebih murah. Ketika ada calon pembeli dan menghubungi penipu, ia akan mengatakan untuk membayar saat barang sampai.
Alur penipuan dengan mengatakan bahwa uang ditransfer ketika barang datang inilah yang mengakibatkan calon pembeli semakin yakin. Di sisi lain, penipu akan menghubungi penjual asli mobil untuk melakukan COD dengan alamat yang ia berikan, sama seperti yang diberikan kepada calon pembeli.
Setelah keduanya datang dan calon pembeli transfer ke nomor rekening yang ditunjukkan pelaku, penjual pasti akan curiga karena uang tidak masuk ke tangannya. Pada akhirnya, penipu akan mendapat uang dari calon pembeli, sedangkan penjual mobil yang asli akan rugi secara waktu dan tenaga.
Penipuan segitiga ini memanfaatkan psikologis korban untuk menuruti instruksi yang pelaku berikan atas dasar tergoda tawaran yang ada. Salah satu ciri dari penipuan ini adalah pelaku tidak bisa ditemui secara langsung, sehingga transaksi dilakukan dengan mewakilkannya pada orang lain.
Demi menghindari hal tersebut, sebaiknya calon pembeli mencari informasi mengenai harga pasaran mobil tersebut dan tidak tergoda terhadap harga yang tidak wajar. Calon pembeli bisa meminta penjual untuk melakukan video call sebagai bentuk pengecekan bahwa surat-surat semua ada pada penjual yang sama.
Bukti identitas juga dapat diminta agar menghindari adanya perbedaan nama pada nomor rekening yang diberikan. Semakin maraknya kejadian penipuan seperti ini memang harus menjadikan penjual dan pembeli sama-sama berhati-hati dan tidak mudah memutuskan sesuatu sebelum mengecek secara keseluruhan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
