Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 01.36 WIB

Qatar Tengahi Kesepakatan antar Negara untuk Evakuasi Korban di Gaza Melalui Rafah

Personel militer sedang berjaga pada hari kunjungan Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly ke perbatasan Rafah, daerah antara Mesir dan jalur Gaza pada Selasa (31/10).

JawaPos.com - Qatar telah memediasi perjanjian antara Mesir, Israel dan Hamas, melalui koordinasi dengan Amerika Serikat, yang akan memungkinkan evakuasi terbatas dari Gaza, kata sebuah sumber yang dilansir dari Reuters pada Rabu (1/11).

Perjanjian tersebut akan mengizinkan pemegang paspor asing dan beberapa orang yang terluka parah untuk keluar melalui perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza, meskipun tidak ada batas waktu berapa lama tempat tersebut akan tetap terbuka untuk evakuasi, kata sumber tersebut menambahkan.
 
Kesepakatan itu tidak terkait dengan isu-isu lain yang sedang dinegosiasikan seperti orang-orang yang disandera oleh Hamas, kelompok Islam Palestina yang menguasai Gaza, atau jeda perang yang dirancang untuk meringankan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut yang menderita kekurangan makanan, air, bahan bakar, dan medis.
 
Israel mengirim pasukannya ke Gaza setelah berminggu-minggu pemboman udara sebagai pembalasan atas serangan besar Hamas yang didukung Iran pada 7 Oktober, dilansir dari Reuters.
 
Hamas telah mengatakan kepada mediator bahwa mereka akan segera membebaskan sekitar 200 atau lebih tawanan asing yang mereka tangkap selama serangan terhadap Israel, kata Abu Ubaida, juru bicara sayap bersenjata kelompok tersebut, Brigade al-Qassam, dalam sebuah video di aplikasi Telegram pada Selasa (31/10).
 
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah tawanan atau kewarganegaraan mereka.
 
Mesir telah menyiapkan rumah sakit lapangan di Sheikh Zuwayed di Sinai, menurut sumber medis. Sepuluh ambulans dikirim ke Rafah pada Selasa (31/10) untuk antisipasi.
 
Israel mengepung Gaza setelah serangan Hamas pada awal Oktober. PBB serta pejabat bantuan lainnya mengatakan warga sipil di daerah tersebut hidup dalam bencana perang, dengan rumah sakit berjuang untuk merawat korban ketika pasokan listrik mulai menipis.
 
Pada Rabu (1/11), layanan komunikasi dan internet kembali terputus di wilayah tersebut, kata penyedia telekomunikasi terbesar di Gaza, Paltel. 
 
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menolak seruan Internasional untuk 'jeda kemanusiaan' dalam upaya memungkinkan pengiriman bantuan darurat kepada warga sipil yang menjadi korban.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore