Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 April 2026 | 02.39 WIB

 8 Kebiasaan di Facebook yang Langsung Menandai Anda sebagai Generasi “Tua” dan Membuat Orang Lain Merasa Geli

seseorang yang memiliki kebiasaan yang dianggap geli di facebook. (Freepik/Lifestylememory) - Image

seseorang yang memiliki kebiasaan yang dianggap geli di facebook. (Freepik/Lifestylememory)



JawaPos.com - Di era media sosial yang terus berkembang, setiap generasi punya gaya sendiri dalam menggunakan platform digital. Facebook, yang dulu jadi primadona semua umur, kini lebih sering diasosiasikan dengan generasi yang lebih senior.

Bukan berarti itu buruk—justru penuh nostalgia—tapi ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar “mengungkap umur digital” seseorang.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (8/4), kebiasaan ini sering membuat pengguna lain, terutama generasi muda, tersenyum geli (atau kadang gemas). Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Menulis Status Seperti Surat Resmi

Contoh:

“Selamat pagi teman-teman semua, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Amin.”

Tidak ada yang salah dengan doa dan niat baik. Tapi di mata generasi sekarang, status seperti ini terasa sangat formal—seperti pembukaan pidato, bukan posting santai.

Generasi muda cenderung lebih langsung, singkat, bahkan kadang absurd. Sementara gaya panjang dan penuh tata krama ini terasa… klasik.

2. Mengucapkan Selamat Ulang Tahun di Timeline Sendiri

Alih-alih menunggu ucapan dari orang lain, sebagian orang justru menulis:

“Hari ini bertambah usia saya, mohon doa restunya 🙏

Ini sering dianggap lucu karena terlihat seperti “self-announcement”. Padahal niatnya wajar—ingin berbagi momen. Tapi bagi pengguna muda, ini terasa seperti memberi pengumuman resmi ke publik.

3. Terlalu Sering Membagikan Hoaks atau Informasi Belum Jelas

Kebiasaan share tanpa cek fakta masih cukup sering terjadi, misalnya:

“Sebarkan agar tidak terjadi lagi!”
“Ini penting! Jangan abaikan!”

Generasi yang lebih digital-savvy biasanya akan cek dulu sebelum share. Jadi ketika seseorang sering membagikan info meragukan, langsung “ketahuan” gaya pengguna lamanya.

4. Menggunakan Emoji Berlebihan 😁🙏🌹🔥💯

Satu emoji = ekspresif
Sepuluh emoji sekaligus = tanda khas 😄

Contoh:

“Semangat pagi semuanya 💪💪💪🔥🔥🔥🙏🙏🙏

Bagi generasi muda, penggunaan emoji cenderung minimalis atau ironis. Sedangkan penggunaan beruntun seperti ini terasa sangat “Facebook era awal”.

5. Menandai Banyak Orang Tanpa Konteks

Pernah lihat postingan:

“Selamat pagi semuanya”
(tag 47 orang)

Ini salah satu kebiasaan yang paling mencolok. Niatnya mungkin ingin menyapa atau mempererat hubungan, tapi bagi yang ditandai, sering terasa random dan membingungkan.

6. Mengomentari Semua Postingan dengan Hal Serupa

Contoh komentar:

“Hadir”
“Mantap”
“Sehat selalu”
“Aamiin”

Konsisten? Iya.
Relevan? Belum tentu 

Generasi muda biasanya berkomentar lebih kontekstual atau malah tidak sama sekali. Pola komentar seragam ini jadi ciri khas tersendiri.

7. Menggunakan Facebook Seperti Grup WhatsApp

Posting hal-hal seperti:

“Bu RT tolong hubungi saya”
“Pak Budi, ini nomor saya”
“Tes… tes…”

Ini menunjukkan perbedaan pemahaman platform. Facebook dianggap ruang publik oleh generasi muda, sementara sebagian pengguna lain memperlakukannya seperti ruang komunikasi pribadi.

8. Upload Foto dengan Caption Super Panjang dan Detail

Contoh:

“Foto ini diambil pada hari Minggu tanggal 12 Januari 2020 pukul 09.35 WIB di rumah saudara saya di Bekasi…”

Detailnya lengkap seperti laporan 

Sementara generasi sekarang lebih suka caption pendek, bahkan kadang cuma satu kata atau emoji.

Penutup: Bukan Soal Tua, Tapi Gaya Digital

Penting untuk diingat—semua kebiasaan ini bukan sesuatu yang salah. Ini hanya soal perbedaan gaya dan kebiasaan digital antar generasi.

Justru, keunikan inilah yang membuat media sosial jadi lebih berwarna:

Ada yang formal
Ada yang santai
Ada yang absurd

Kalau kamu merasa “termasuk” dalam daftar ini, santai saja. Tidak perlu berubah hanya demi terlihat muda. Tapi kalau ingin lebih relate dengan generasi sekarang, memahami pola ini bisa jadi langkah awal.

Pada akhirnya, yang terpenting bukan terlihat muda—tapi tetap relevan, bijak, dan nyaman jadi diri sendiri di dunia digital.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore