Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juni 2021 | 00.04 WIB

Realme Paparkan Strategi untuk Pasar 5G di Indonesia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com -  Realme pada Selasa (8/6) menggelar Realme 5G Summit perdana di Indonesia. Melalui acara yang ditayangkan secara daring ini, Realme dengan beberapa mitra strategisnya membeberkan terkait kesiapan mereka menghadapi tren penetrasi 5G di tanah air yang telah dimulai oleh Telkomsel.


Berdasarkan data Google yang dipaparkan dalam gelaran Realme 5G Summit Indonesia, penggunaan layanan digital di Indonesia berkembang pesat dari sebelum dan sesudah merebaknya pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, disebut bahwa konsumen baru untuk layanan Internet atau ekonomi digital sekitar 37 persen dengan rata-rata 3,6 jam waktu yang dihabiskan per hari berdasarkan penggunaan pribadi.


Namun, sejak pandemi hingga saat ini, angka ini terus tumbuh hingga 93 persen dengan rata-rata 4,7 jam waktu yang dihabiskan per hari berdasarkan penggunaan pribadi. Persentase ini diprediksi masih akan ada di angka yang tinggi bahkan pada masa pasca-Covid, dan pastinya lebih tinggi dari sebelum masa pandemi.


Pertumbuhan ini akhirnya didukung oleh berita positif tentang pengumuman 5G pada Januari 2021, di mana 5G resmi diluncurkan di Indonesia. Data yang disebutkan di atas dari Google juga divalidasi oleh Counterpoint.


Dalam gambaran besar pasar Indonesia, diyakini bahwa 5G akan berdampak besar pada lanskap ekosistem digital di Indonesia. Digitalisasi berjalan sangat kuat dan cenderung tumbuh lebih besar lagi.


Pengapalan perangkat 5G secara kumulatif diprediksi bakal melebihi 100 juta unit dalam 5 tahun ke depan. Adapun prediksi tren yang akan terjadi yaitu setiap harga rata-rata smartphone 5G akan mencapai harga hanya USD 190 atau berkisar Rp 2,7 jutaan dalam empat tahun ke depan.


Merek seperti realme juga akan membuat 5G mudah diakses dan lebih terjangkau oleh banyak pengguna dengan melalui beberapa perangkat di berbagai segmen harga. Palson Yi Marketing Director Realme Indonesia dalam acara tersebut membeberkan, Realme meyakini teknologi 5G di Indonesia akan menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya ekosistem gaya hidup pintar anak muda.


Komitmen ini ditegaskan Realme dengan menghadirkan smartphone 5G dengan harga yang terjangkau. "Realme ingin membawa teknologi ini ke banyak orang di Indonesia dengan menjadi ‘5G Popularizer’ melalui jajaran produknya, baik smartphone maupun produk AIoT yang menjadi favoritnya anak muda," ujar Palson.


Lebih berani lagi, kendati kehadiran 5G holeh dibilang masih pada tahap awal, Palson mengungkapkan bahwa realme menargetkan satu juta pengguna 5G di Indonesia. "Ralme yakin target ini mampu tercapai mengingat keberhasilan Realme dalam 2,5 tahun yang mampu melampui target pengguna 4G secara global," tegasnya.


Untuk pasar Indonesia sendiri, sejak kehadirannya di pasar Indonesia pada tahun 2018, Realme mengklaim telah berhasil mencapai 10 juta pengguna hingga tahun 2021. Ini jugalah yang menjadi dasar Realme berani memasang target besar terkait 5G-nya di tanah air.


“Kita lihat dari data yang juga divalidasi oleh tren pencarian menurut Google Indonesia, pasar Indonesia berkeinginan mencari smartphone 5G yang terjangkau. Pada titik ini realme berusaha untuk menjawab permintaan masyarakat di Indonesia dengan berkomitmen membawa perangkat 5G yang lebih terjangkau dalam waktu dekat,” tandas Palson. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore