
Platform digital bantu akselerasi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). (Hubspot).
JawaPos.com - Perangkat bikinan Apple terkenal mahal. Baik perangkat komputer, tablet, smartphone, hingga perangkat Internet of Things (IoT) lainnya selalu dijual dengan harga yang terbilang tinggi dibandingkan dengan kompetitornya. Samsung salah satunya.
Namun, terkait banderol perangkat yang dinilai mahal, Apple membela diri. Sebagaimana JawaPos.com kutip dari Gizmochina, Minggu (6/10), CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa mereka telah menjual produknya dengan harga yang paling terjangkau. Hal itu dikatakan Cook saat sedang dalam kunjungan ke Jerman. Setelah menghadiri Oktoberfest, dia mampir ke kantor Blinkist yang merupakan startup yang berbasis di Berlin.
Saat berada di kantor Blinkist, dia bertemu dengan jurnalis Jerman dari Stern untuk berbicara tentang iPhone baru dan layanan Apple TV+. Pejabat senior Apple itu menyoroti bahwa perusahaannya selalu berusaha untuk menjaga harga penawaran mereka serendah mungkin. Karena strategi ini, Apple dapat memberi banderol iPhone 11 seharga EUR 800 atau sekira Rp 12,5 jutaan. Harga jual ini lebih murah EUR 50 atau sekitar Rp 780 ribuan dari iPhone XR tahun lalu.
Sementara berbicara tentang Apple TV+, dia mengatakan bahwa biaya berlangganan Apple TV juga lebih murah ketimbang pesaingnya di pasar yang sama, yakni pasar Video on Demand (VoD) Netflix dengan paket dasarnya. Dia menyebutkan, biaya berlangganan Apple TV yang berkisar pada Rp 78 ribuan lebih murah sekitar 40 persen jika dibandingkan dengan Netflix.
Paket dasar Netflix sendiri harganya di Eropa sekitar EUR 8 atau berkisar padaangka Rp 125 ribuan. Dengan biaya segitu bahkan tidak termasuk layanan streaming video dengan kualitas tampilan HD.
Meski lebih murah, Apple percaya bahwa Netflix tidak takut dengan layanan baru Apple. Menurut Cook, sebagian besar pelanggan cenderung berlangganan beberapa layanan streaming video daripada hanya satu. Hal ini untuk mendapatkan akses ke berbagai konten yang tersedia di luar sana.
Cook juga berbicara tentang masalah potensial yang mungkin dihadapi perusahaannya pada masa depan. Dia menunjukkan bahwa Elizabeth Warren, yang merupakan kandidat untuk kepresidenan Amerika Serikat (AS), ingin memecah perusahaan-perusahaan teknologi besar. Dengan begitu, perusahaannya dapat menghadapi beberapa implikasi serius.
Sementara Apple menghadapi tekanan dari Mahkamah Agung AS berdasarkan klaim bahwa perusahaan telah memonopoli iOS App Store. Cook membela perusahaannya dan mengatakan bahwa sekitar 86 persen dari semua aplikasi di App Store bebas untuk diunduh dan biaya 30 persennya dapat dibenarkan. Sebab, hal ini memungkinkan pengguna untuk memastikan bahwa hanya aplikasi yang sesuai dengan standar yang menjangkau pelanggan.
Meskipun konsumen tampaknya memiliki pendapat positif tentang penawaran perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan terbaru Apple, mungkin ada 'jalan berbatu' ke depan karena persaingan yang ketat. Masalah tersebut misalnya pemisahan perusahaan besar dan kritik dari mahkamah agung AS yang sebelumnya disebutkan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
