
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berupaya memperluas pembangunan pusat data di luar Jawa dan Batam, termasuk ke kawasan Indonesia Timur.
Langkah tersebut disiapkan melalui perencanaan lokasi strategis, penguatan pasokan energi, penyediaan konektivitas alternatif, hingga penyederhanaan perizinan untuk mendorong investasi infrastruktur digital.
Pemerataan pembangunan pusat data menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi konsentrasi infrastruktur digital di wilayah barat Indonesia. Selain membuka peluang investasi baru, langkah ini juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri, layanan publik, pendidikan, serta pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan, pengembangan pusat data perlu didukung perencanaan terintegrasi. Penentuan lokasi tidak hanya mempertimbangkan potensi pasar, tetapi juga kesiapan sumber daya dan infrastruktur pendukung.
“Kami perlu memprioritaskan kawasan-kawasan tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan layanan publik. Selain itu, pasokan energi dan kesesuaian lokasi juga merupakan hal penting,” ujar Wayan dalam sesi diskusi panel pada Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Selasa (20/10).
Menurut Wayan, pembangunan pusat data tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan penyediaan bangunan. Kesiapan ekosistem di sekitar lokasi perlu dipastikan agar fasilitas tersebut dapat beroperasi secara optimal dan memberikan layanan yang andal.
Salah satu upaya yang tengah disiapkan pemerintah adalah penyusunan regulasi mengenai kabel bawah laut dan pusat data. Wayan menyebut rancangan Peraturan Presiden yang mengatur kedua aspek tersebut telah disiapkan dan kini memasuki tahap konsultasi publik.
Dalam prosesnya, pemerintah membutuhkan masukan dari berbagai pihak, mulai dari pelaku industri, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta. Keterlibatan para pemangku kepentingan diperlukan untuk menyempurnakan kebijakan yang akan menjadi landasan pengembangan infrastruktur digital tersebut.
Pemerintah juga berencana memperkuat konektivitas antarkawasan agar pusat data di luar Jawa dan Batam tetap terhubung dengan jaringan nasional maupun internasional. Ketersediaan jalur alternatif dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur koneksi.
“Untuk mendorong pembangunan pusat data di Indonesia bagian timur, kami juga menyediakan konektivitas cadangan menuju pusat konektivitas nasional dan internasional. Dengan begitu, pusat data di luar Jawa dan Batam tidak menjadi fasilitas yang terisolasi,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022