Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13.12 WIB

Karhutla Mulai Meluas ke Indonesia Timur, WALHI: Ruang Hidup Masyarakat Terancam

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026 disebut mulai meluas ke wilayah Indonesia Timur. Kondisi tersebut turut mendapat sorotan dari Koalisi Indonesia Tanpa Polusi.
 
Hal ini disebabkan karena kebakaran tidak hanya berdampak terhadap kawasan hutan, tetapi juga mengancam ruang hidup masyarakat yang bergantung pada alam di sekitarnya.
 
Direktur WALHI Sulawesi Selatan Muh Amin mengatakan munculnya karhutla di sejumlah wilayah Sulawesi menunjukkan persoalan tersebut tidak lagi dapat dilihat hanya dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan kebakaran.
 
"Karhutla 2026 membuktikan bahwa krisis ini telah mengekspansi wilayah Sulawesi. Kami melihat kejadian sporadis di berbagai provinsi di Sulawesi yang tidak tertangani dengan maksimal,” kata Muh Amin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/10).
 
 
“Ini menunjukkan ketidaksiapan sistem pencegahan dan peringatan dini di daerah-daerah yang sebelumnya tidak dianggap sebagai zona merah karhutla. Ruang hidup masyarakat, kebun, dan sumber air kini berada dalam ancaman serius akibat perluasan area indikatif terbakar ini,” imbuhnya.
 
Sorotan serupa datang dari Maluku Utara. Risdian Kayang dari WALHI Maluku Utara mengatakan kebakaran di wilayah kepulauan dapat memberikan dampak langsung terhadap sumber penghidupan masyarakat.
 
Dia menegaskan bahwa meluasnya karhutla hingga ke Maluku dan wilayah kepulauan timur lainnya adalah alarm bahaya. 
 
“Hutan di wilayah kami memiliki daya dukung lingkungan yang sangat spesifik, dan ketika terbakar, ia langsung mengancam sumber pangan lokal masyarakat. Pembukaan lahan yang ugal-ugalan dan tumpang tindih izin konsesi telah mengantarkan krisis ini ke halaman depan rumah kami. Jika dibiarkan, bukan hanya biodiversitas yang hilang, tapi juga kebudayaan dan ruang hidup masyarakat adat setempat,” ujarnya.
 
Perluasan kejadian karhutla tersebut menjadi perhatian Koalisi Indonesia Tanpa Polusi dalam melihat kondisi kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026. Sebelumnya, koalisi menyebut sebaran karhutla tidak lagi hanya terpusat di Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga ditemukan secara sporadis di Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Tanah Papua.
 
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan, luas areal karhutla Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektare. Luasan tersebut meningkat 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
 
Koalisi Indonesia Tanpa Polusi juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan dan kualitas udara. Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi di 63 kabupaten/kota terdampak, termasuk 26.545 kasus pada anak usia balita.
 
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Belgis Habiba mengatakan persoalan asap akibat karhutla juga telah melampaui wilayah tempat kebakaran terjadi.
 
Sepanjang Agustus-20 September 2026, pihaknya mengidentifikasi 3.2131 titik sumber asap di Kalimantan, yang sebagian besar di lanskap gambut dan 894 titik di Sumatera. 
 
“Pemantauan kami juga membuktikan pergerakan asap beracun ini telah melampaui wilayah titik sumber asap, bahkan menunjukkan pergerakan lintas batas menuju Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Vietnam dan Kamboja. Jutaan warga kini dipaksa menghirup udara beracun, dan pemerintah tidak bisa lagi melihat ini hanya sebagai masalah di hulu saja," pungkas Belgis.
 
Koalisi Indonesia Tanpa Polusi meminta pemerintah mengubah pola penanganan karhutla agar tidak sebatas mengandalkan pemadaman setelah kebakaran meluas.
 
Selain itu, koalisi mendorong pemerintah memperkuat keterbukaan data mengenai izin konsesi, menghentikan kerusakan ekosistem gambut, menindak pihak yang melakukan pembakaran lahan, serta memberikan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan yang terdampak polusi asap.
 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore