
AS dan Tiongkok Perkuat Kolaborasi RISC-V di Tengah Rivalitas Teknologi Cip (SCMP)
JawaPos.com - Kerja sama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dalam pengembangan arsitektur cip RISC-V justru kian erat ketika persaingan teknologi kedua negara memanas. MIPS, perusahaan IP cip asal AS yang diakuisisi GlobalFoundries tahun lalu, mengaku bekerja "sangat erat dengan Tiongkok" untuk mendorong standardisasi RISC-V. Pernyataan itu disampaikan CTO MIPS Yankin Tanurhan dalam pengarahan media di Shanghai pada September.
Kerja sama tersebut berlangsung melalui RISC-V International, organisasi nirlaba yang mengelola standar arsitektur terbuka itu. Forum tersebut mempertemukan perusahaan AS, Eropa, dan Tiongkok serta kalangan akademisi untuk menyusun standar teknologi dari kecerdasan buatan (AI), mikrokontroler hingga server pusat data. Perkembangan ini menunjukkan bahwa rivalitas geopolitik belum sepenuhnya memutus kolaborasi pada lapisan teknologi dasar.
Dilansir dari South China Morning Post, Senin (5/10/2026), RISC-V, singkatan dari fifth-generation reduced instruction set computer, merupakan arsitektur set instruksi terbuka yang memungkinkan pengembang merancang unit pemrosesan pusat (CPU). Di Tiongkok, daya tariknya meningkat karena arsitektur ini bebas digunakan dan dimodifikasi, sehingga membuka jalan bagi perusahaan lokal mengurangi ketergantungan pada arsitektur proprietari, terutama x86 milik Intel dan Arm.
Dalam setahun terakhir, penggunaan RISC-V bergerak keluar dari ceruk otomotif, peralatan industri dan perangkat Internet of Things (IoT). Arsitektur ini mulai masuk ke komputasi generasi berikutnya, pusat data dan physical AI, yakni penerapan AI pada sistem mekanis seperti kendaraan otonom dan robot. Perluasan ini membuat standardisasi RISC-V semakin relevan bagi infrastruktur komputasi global.
Tanurhan mengatakan, "Platform kami telah diproduksi secara massal untuk pusat data AI. Dari 15 pemasok cip infrastruktur AI dan pusat data terbesar di dunia, 13 di antaranya merupakan pelanggan MIPS."
Di sisi lain, Eswin Computing Technology yang berbasis Beijing dijadwalkan menjadi perusahaan RISC-V murni pertama yang melantai di Bursa Hong Kong pada 9 Oktober, menandakan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek komersial cip terbuka.
Laju pengiriman RISC-V global disebut telah melampaui x86 dan Arm, didorong keterbukaan, efisiensi energi, biaya yang kompetitif serta kemampuan kustomisasi. Wakil Presiden sekaligus CMO Eswin, Liu Shuai, mengatakan perusahaannya sedang membangun ekosistem "RISC-V plus AI" bersama para mitra.
Perluasan itu paling terlihat dalam physical AI. Menurut MIPS, sejumlah kliennya di Tiongkok yang semula mengembangkan cip RISC-V untuk sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) berhasil menggunakan kembali desain tersebut untuk robot humanoid.
"Robotika, terutama robot humanoid, mendapat perhatian luar biasa di Tiongkok dan berkembang sangat baik," kata Tanurhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022