
Ilustrasi: AI berkembang lebih dari sekadar gimmick di smartphone. (Hyperspace)
JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ini tengah memasuki babak baru. Khususnya di dunia bisnis baik secara global atau lokal oleh para pengguna di Indonesia.
Jika selama ini, atau dalam beberapa tahun terakhir AI lebih dikenal sebagai alat untuk membuat gambar, menulis teks, atau mendukung aktivitas personal di smartphone, kini teknologi tersebut berubah menjadi mesin penggerak produktivitas di level korporasi.
Apalagi, menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, disebutkan kalau pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai USD 90 miliar pada 2024 memperlihatkan potensi besar.
Namun banyak perusahaan masih bergerak dalam ritme lambat akibat koordinasi yang terfragmentasi, proses persetujuan yang memakan waktu, serta informasi yang tersebar di banyak aplikasi. Di sinilah AI mulai mengambil peran strategis yang jauh lebih signifikan daripada fungsi populer yang biasa ditemui di perangkat pribadi.
Mark Dembitz, General Manager APAC, Lark, mengatakan, kecepatan tidak datang dari menambah lebih banyak alat, tapi dari menyederhanakan cara kerja.
"Dengan menyatukan komunikasi, dokumen, dan koordinasi dalam satu platform seperti Lark, tim dapat mengurangi kerumitan sehari-hari dan fokus pada pekerjaan yang benar-benar penting dan dapat meningkatkan kecepatan eksekusi," kata dia melalui keterangannya.
AI kini bekerja di balik layar perusahaan untuk menghapus salah satu hambatan terbesar dalam operasi modern: kecepatan eksekusi. Di banyak organisasi, arus komunikasi antar divisi dan antar negara sering tersendat oleh perbedaan bahasa, proses administrasi yang panjang, serta volume data yang sulit dipetakan secara manual.
Teknologi penerjemahan otomatis berbasis AI membantu perusahaan seperti Traveloka berkolaborasi lintas negara tanpa lagi terkendala bahasa. Chat, dokumen, hingga rapat dapat diterjemahkan secara real-time, memungkinkan tim di berbagai zona waktu mengambil keputusan dalam hitungan menit, bukan hari.
Dalam lingkup internal, AI juga mengubah cara perusahaan menjalankan rapat. Selama bertahun-tahun, rapat menjadi salah satu aktivitas paling memakan waktu karena tidak semua pembahasan tercatat dengan baik, dan banyak keputusan menggantung akibat minimnya tindak lanjut.
Kini fitur seperti AI Meeting Notes dapat mengubah percakapan panjang menjadi rangkuman ringkas dalam hitungan detik, lengkap dengan daftar tugas dan penanggung jawab.
Perusahaan seperti GoTo bahkan disebut-sebut mulai mengandalkan teknologi ini untuk mempercepat eksekusi setelah rapat, mengurangi beban administratif, serta memastikan setiap keputusan langsung ditindaklanjuti.
Di sisi operasional, otomatisasi berbasis AI mempercepat alur persetujuan internal yang selama ini menjadi bottleneck. POP MART, misalnya, dapat memotong waktu peluncuran fitur e-commerce dari satu bulan menjadi delapan hari berkat penerapan sistem workflow yang digerakkan AI.
Sistem tersebut mengarahkan dokumen ke pihak yang tepat, mengirim pengingat otomatis, dan mendeteksi potensi keterlambatan sebelum terjadi. Penerapan serupa juga dilakukan perusahaan ritel seperti MPPA, yang mengoordinasikan ribuan karyawan dan ratusan toko melalui platform terpadu yang diperkuat AI untuk mempercepat koordinasi lintas divisi.
Selain itu, AI juga disebut memainkan peran penting dalam menjaga konsistensi data di perusahaan yang memiliki banyak cabang. Bahkan, AI bisa membantu melacak revisi, menandai perubahan, dan memberi notifikasi ketika ada tugas yang belum selesai, fungsi yang tidak mungkin dicapai oleh aplikasi dokumen biasa di smartphone.
Tren ini menunjukkan bagaimana AI berkembang dari teknologi hiburan menjadi infrastruktur produktivitas yang menggerakkan operasi perusahaan. Para analis menilai bahwa pergeseran ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan arah baru transformasi kerja menuju 2026.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
