Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 20.12 WIB

Berkolaborasi Gapai Misi dan Tujuan, Amerika Serikat dan India Segera Luncurkan Satelit NISAR 2024

Desain Konsep Satelit NISAR, Satelit Hasil Kerjasama Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Organisasi Antariksa India (ISRO) / Sumber : JPL-Caltech / NASA - Image

Desain Konsep Satelit NISAR, Satelit Hasil Kerjasama Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Organisasi Antariksa India (ISRO) / Sumber : JPL-Caltech / NASA

JawaPos.com – Lembaga Antariksa milik Amerika Serikat (NASA) dan Organisasi Riset Antariksa milik India (ISRO) berencana luncurkan satelit baru.

Satelit tersebut diberi nama NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar (NISAR). Satelit hasil kerjasama antara Amerika Serikat dan India tersebut akan diluncurkan pada awal 2024.

Mengutip Reuters, Rabu (29/11), pengumuman tersebut disampaikan Menteri Urusan Sains dan Teknologi India yakni Jitendra Singh.

Selain itu turut hadir perwakilan dewan tertinggi dari NASA yakni Bill Nelson. Pertemuan kedua pihak diadakan di wilayah New Delhi, India.

Mengutip pernyataan resmi dari kementerian India, nantinya satelit baru tersebut akan diluncurkan menggunakan teknologi Geosynchronous Satellites Launch Vehicle (GSLV) milik India.

Tujuan Misi NISAR

Tujuan dari diluncurkannya satelit hasil kerjasama dari kedua lembaga Antariksa negara tersebut adalah untuk mempelajari hal-hal terkait dengan bumi.

Data yang dihasilkan oleh satelit tersebut nantinya akan dipergunakan untuk mempelajari ekosistem daratan, perubahan pada permukaan bumi, gunung serta es di kutub.

Selain itu mengutip pernyataan resmi di website NISAR, data yang didapat dari satelit tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan penelitian terkait wilayah hutan dan lahan basah.

Terkait dengan penelitian di wilayah hutan, satelit NISAR nantinya dibekali dengan teknologi yang mampu memantulkan sinyal dari permukaan bumi dan diolah menjadi data gambar.

Data yang diperoleh tersebut nantinya dapat digunakan dalam memetakan perubahan di hutan-hutan dunia.

Perubahan tersebut berupa hilangnya hutan akibat pembalakan liar serta degradasi hutan dan juga mengetahui wilayah hutan yang mengalami peningkatan pertumbuhan hutan dunia.

Sementara itu dalam mengamati lahan basah, satelit NISAR nantinya diharapkan mampu menyajikan data mengenai daerah-daerah lahan basah seperti rawa, lahan gambut, hutan yang tergenang dan lahan basah lain untuk dipelajari.

Lahan basah merupakan tempat bakteri-bakteri yang dapat memicu terjadinya efek rumah kaca apabila wilayah tersebut dilanda banjir.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore