Tangkapan layar - Prakirawan BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di kota besar Indonesia yang berlaku Minggu (1/10/2023).
JawaPos.com – Prakiraan cuaca yang terpampang di smartphone pasti sering kita jadikan sebagai patokan untuk melakukan atau menentukan suatu kegiatan.
Hal tersebut biasanya didasari oleh kecepatan dan instannya informasi yang kita terima mengenai cuaca. Tidak perlu mengakses website atau mengunduh laman informasi, kita sudah bisa mengetahui tentang prakiraan cuaca begitu membuka smartphone.
Namun, sering pula kita jumpai bahwasanya apa yang diperkirakan oleh aplikasi weather forecast yang ada di smartphone kita ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di luar.
Ketidaksesuaian tersebut diakibatkan karena ternyata data yang diolah oleh penyedia informasi merupakan data yang bersifat global dan tidak spesifik sesuai tempat kita berada.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melalui siaran pers di website bmkg.go.ig.
“Tidak sedikit masyarakat yang menganggap data dan informasi yang diberikan berasal dari BMKG karena menampilkan informasi seputar cuaca di Indonesia, padahal setelah ditelusuri data dan informasi tersebut bersumber dari institusi di luar Indonesia, bukan dari institusi resmi pemerintah” jelasnya.
Baca Juga: Siap-siap! Cuaca Panas Surabaya Masih Akan Berlangsung Beberapa Pekan, BMKG Ungkap Penyebabnya
Sesuai Undang-undang No.31 tahun 2009, tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, BMKG adalah satu-satunya institusi resmi Indonesia yang berwenang memberikan prakiraan cuaca di wilayah Indonesia yang dapat menjadi patokan bagi masyarakat untuk beraktivitas.
Deputi Meteorologi BMKG, Gusanto menjelaskan mekanisme kerja lembaga penyedia informasi prakiraan cuaca selain BMKG. Dia menjelaskan bahwa data yang dipakai merupakan data global yang diolah secara matematis lalu didownscale khusus untuk wilayah Indonesia, sehingga menyebabkan informasi seringkali tidak akurat dengan kenyataan.
Sementara yang dimaksud dari data global adalah data cuaca dunia dari negara-negara lain termasuk Indonesia yang menjadi anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization – WMO).
“BMKG juga selalu mengirimkan data ke WMO secara otomatis melalui jaringan komunikasi satelit, untuk dihimpun menjadi data global. Namun perlu dipahami bahwa data dan informasi yang dikirimkan oleh BMKG hanya terbatas data dari 59 stasiun pengamatan di Indonesia yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra” ungkapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
