Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Mei 2023 | 15.54 WIB

Satu Juta EV Tesla Kena Recall di Tiongkok Karena Masalah Keamanan Serius

Ilustrasi: Tesla bakal recall satu juta unit mobil di Tiongkok karena masalah keamanan serius. (TechCrunch). - Image

Ilustrasi: Tesla bakal recall satu juta unit mobil di Tiongkok karena masalah keamanan serius. (TechCrunch).

 
JawaPos.com - Pasar kendaraan listrik terus berkembang, dan tidak diragukan lagi, Tesla memiliki andil yang signifikan dari pertumbuhan ini. Perusahaan berdiri sebagai pemimpin teknologi dalam industri yang dimasukinya sebelum semua pesaingnya. 
 
Namun sayangnya, sebagai leader di segmen kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), Tesla juga sering kali mendapat masalah. Terbaru, regulator pasar utama Tiongkok telah mengumumkan bahwa Tesla akan melakukan recall terhadap lebih dari 1,1 juta kendaraan Tesla di negara tersebut.
 
Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas potensi masalah keselamatan yang diidentifikasi dengan kendaraan ini. Administrasi Regulasi Pasar Negara Bagian (SAMR), regulator yang dimaksud, mendasarkan pengumumannya pada rencana yang diajukan Tesla.
 
 
Detail pastinya, mulai 29 Mei, Tesla akan mulai menarik sebanyak 1.104.622 mobil. Kendaraan ini semuanya diproduksi antara 12 Januari 2019 hingga 24 April 2023.
 
Menariknya, dilansir dari Business Insider via Gizmochina, angka ini hampir sama dengan jumlah total mobil Tesla yang terjual di seluruh daratan Tiongkok selama empat tahun terakhir. Sementara menurut perhitungan CNN, berdasarkan data dari kelompok industri yang didukung negara Tiongkok, Tesla menjual sekitar 1,09 juta mobil dari 2019 hingga Maret 2023.
 
Adapun penarikan kembali akan melibatkan beberapa model, termasuk Model S, Model X, Model 3 yang diimpor, serta Model 3 dan Model 6 buatan Tiongkok. Regulator menyoroti masalah potensial di mana pengemudi dapat “secara tidak sengaja menekan pedal gas terlalu lama".
 
Hal ini dikatakan dapat meningkatkan risiko tabrakan dan menimbulkan 'bahaya keselamatan' serius. Sebagai tanggapan, Tesla telah menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan atau menambahkan fitur notifikasi baru ke mobil yang ditarik ini untuk menurunkan risiko.
 
Selanjutnya, pada bulan Maret, Tesla telah menarik kembali lebih dari 2.600 mobil Model S yang diimpor di Tiongkok seperti dilansir SAMR. Mobil-mobil ini memiliki masalah di mana badannya dapat terbuka secara tidak terduga saat sedang bergerak, sehingga menimbulkan risiko keselamatan bagi pengemudi dan kendaraan di dekatnya.
 
Pabrik Tesla di Shanghai, yang melayani sebagian besar pasar di luar Amerika Utara, masih dalam ketidakpastian. Belum jelas apakah mobil yang dijual di luar Tiongkok daratan dari pabrik ini juga akan ditarik kembali. 
 
Hal ini jelas menambah tingkat kerumitan lain untuk Tesla, karena mencoba menavigasi melalui rintangan regulasi di Tiongkok.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore