Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2023 | 19.57 WIB

Chairman Huawei Sebut Larangan AS Untungkan Industri Chip Tiongkok, Kok Bisa?

Ilustrasi: Meski dijegal, Huawei yakin pelarangan AS akan bikin mereka bangkit. - Image

Ilustrasi: Meski dijegal, Huawei yakin pelarangan AS akan bikin mereka bangkit.

JawaPos.com - Huawei telah mengklaim bahwa sanksi Amerika Serikat (AS) yang berkelanjutan pada akhirnya akan menguntungkan industri chip Tiongkok. Diketahui, Huawei berada di bawah serangkaian sanksi oleh pemerintah AS di era Presiden Donald Trump.

Namun, sanksi terus berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden. Chairman Huawei, Eric Xu, mengatakan bahwa industri chip Tiongkok akan mengalami kelahiran kembali alias reborn.

Huawei sendiri kehilangan posisi terdepan secara global di pasar ponsel pintar dan perangkat keras telekomunikasi sebagai akibat dari sanksi AS. Perusahaan juga kehilangan akses ke layanan Google Play, selain ketidakmampuannya mengakses vendor chip AS.

Tekanan terus berlanjut sampai ke level melemahkan Huawei yang membuat mereka mengembangkan sistem operasi internal HarmonyOS dan menavigasi perangkatnya sendiri. Huawei memiliki prospek yang kredibel untuk menjadi produsen ponsel pintar nomor satu dunia sebelum sanksi itu menghantamnya dengan keras.

Dilansir dari Gizmochina, Huawei juga tidak diizinkan membeli mesin Litografi Ultraviolet Ekstrem (EUV) untuk memproduksi chip modern. Meskipun SMIC masih mengembangkan kemampuannya di Tiongkok, Xu yakin masa depan chip buatan lokal akan cerah.

Sanksi semacam itu diharapkan mendorong Tiongkok untuk bertindak, tetapi tidak jelas berapa lama sebelum itu berubah arah. Huawei sendiri melaporkan penurunan pendapatan sebesar 69 persen pada tahun 2022, yang merupakan penurunan terbesar sejak 2011.

Xu menempatkan kemunduran pendapatan Huawei sebagai akibat dari lingkungan eksternal yang menantang dan faktor non-pasar. Namun CEO mengatakan Huawei terus maju, melakukan segalanya untuk mempertahankan kelangsungan bisnis dan melayani pelanggannya.

Huawei berharap mendapat manfaat besar dari pertumbuhan Tiongkok dalam kapasitas pembuatan chip. Ini dapat membantu memposisikan merek tersebut lebih lanjut dalam upayanya untuk naik ke posisi unggulannya sebelum sanksi AS dimulai pada tahun 2020.

Tiongkok dikabarkan mengalami penurunan tajam terkait impor semikonduktornya dalam dua bulan pertama tahun 2023. Menurut data yang diterbitkan oleh Departemen Bea Cukai Tiongkok, impor chip negara tersebut turun sebesar 27 persen pada bulan Januari dan Februari 2023.

Tidak mengherankan jika impor telah menurun. Hal tersebut mengingat Tiongkok mengalami penurunan impor semikonduktor sebesar 15 persen tahun lalu, penurunan pertama sebesar ini dalam dua dekade.

Menurut data yang diterbitkan oleh Administrasi Umum Bea Cukai, dilansir via SCMP, Tiongkok mengimpor 67,6 miliar Sirkuit Terpadu (IC) dalam dua bulan terakhir. Angka tersebut 26,5 persen lebih rendah dari impor periode yang sama tahun sebelumnya.

Total nilai impor juga turun dari USD 68,8 miliar menjadi USD 47,8 miliar, yang merupakan penurunan sebesar 30,5 persen. Meskipun harga chip global turun, Tiongkok tidak dapat mengambil keuntungan dari harga yang kompetitif karena menghadapi pembatasan perdagangan yang besar dari Amerika Serikat (AS).

Tahun lalu AS melarang penjualan chip canggih yang digunakan untuk kecerdasan buatan dan komputasi awan ke Tiongkok. Pemerintahan Joe Biden tidak hanya melarang penjualan chip tetapi juga penjualan teknologi semikonduktor, peralatan manufaktur, dan personel.

AS tidak hanya melarang perusahaannya mengekspor semikonduktor dan teknologi terkait ke Tiongkok. Lebih dari itu, AS juga mengikat sekutu seperti Jepang, Belanda, Taiwan, dan Korea Selatan untuk menghentikan perusahaan mereka mengekspor semikonduktor ke Tiongkok.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore