Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2023 | 16.58 WIB

Penyebab Informasi Prakiraan Cuaca di Smartphone Sering Meleset, Berikut Penjelasan dari BMKG

Tangkapan layar - Prakirawan BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di kota besar Indonesia yang berlaku Minggu (1/10/2023).

JawaPos.com – Prakiraan cuaca yang terpampang di smartphone pasti sering kita jadikan sebagai patokan untuk melakukan atau menentukan suatu kegiatan.

Hal tersebut biasanya didasari oleh kecepatan dan instannya informasi yang kita terima mengenai cuaca. Tidak perlu mengakses website atau mengunduh laman informasi, kita sudah bisa mengetahui tentang prakiraan cuaca begitu membuka smartphone.

Namun, sering pula kita jumpai bahwasanya apa yang diperkirakan oleh aplikasi weather forecast yang ada di smartphone kita ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di luar.

Ketidaksesuaian tersebut diakibatkan karena ternyata data yang diolah oleh penyedia informasi merupakan data yang bersifat global dan tidak spesifik sesuai tempat kita berada.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melalui siaran pers di website bmkg.go.ig.

“Tidak sedikit masyarakat yang menganggap data dan informasi yang diberikan berasal dari BMKG karena menampilkan informasi seputar cuaca di Indonesia, padahal setelah ditelusuri data dan informasi tersebut bersumber dari institusi di luar Indonesia, bukan dari institusi resmi pemerintah” jelasnya.

Sesuai Undang-undang No.31 tahun 2009, tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, BMKG adalah satu-satunya institusi resmi Indonesia yang berwenang memberikan prakiraan cuaca di wilayah Indonesia yang dapat menjadi patokan bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Deputi Meteorologi BMKG, Gusanto menjelaskan mekanisme kerja lembaga penyedia informasi prakiraan cuaca selain BMKG. Dia menjelaskan bahwa data yang dipakai merupakan data global yang diolah secara matematis lalu didownscale khusus untuk wilayah Indonesia, sehingga menyebabkan informasi seringkali tidak akurat dengan kenyataan.

Sementara yang dimaksud dari data global adalah data cuaca dunia dari negara-negara lain termasuk Indonesia yang menjadi anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization – WMO).

“BMKG juga selalu mengirimkan data ke WMO secara otomatis melalui jaringan komunikasi satelit, untuk dihimpun menjadi data global. Namun perlu dipahami bahwa data dan informasi yang dikirimkan oleh BMKG hanya terbatas data dari 59 stasiun pengamatan di Indonesia yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra” ungkapnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore