JawaPos.com - Nick Clegg, President of Global Affairs Meta, induk perusahaan Facebook baru-baru menyebut sistem AI generatif cukup bodoh. Hal ini dia utarakan dalam sebuah wawancara dengan BBC.
Pernyataan ini memicu perdebatan tentang kapasitas dan batasan sistem AI atau Artificial Intelligence, serta potensi risiko yang ditimbulkannya bagi masyarakat. Nick Clegg percaya bahwa model AI saat ini jauh dari level di mana mereka bisa berpikir sendiri.
"hype agak mendahului teknologi ... Dalam banyak hal, mereka cukup bodoh," kata Nick Clegg mengatakan kepada BBC's Today Program.
AI generatif sendiri mengacu pada jenis kecerdasan buatan yang mampu membuat konten baru, seperti gambar, video, dan teks, yang serupa dengan konten yang sudah ada. Ini dicapai melalui penggunaan algoritme pembelajaran mendalam yang dilatih pada kumpulan data contoh yang besar.
AI generatif memiliki banyak aplikasi potensial, seperti menghasilkan gambar realistis untuk video game atau membuat konten yang dipersonalisasi untuk feed media sosial. Cara kerja AI generatif sendiri cukup kompleks, namun yang kita ketahui saat ini adalah model AI generatif dilatih menggunakan sejumlah besar data yang berfungsi sebagai dasar model AI untuk dipelajari.
Data pelatihan ini mencakup contoh keluaran yang diinginkan, seperti teks, gambar, atau audio. Model menganalisis pola dan struktur dalam data pelatihan untuk memahami karakteristik konten yang ingin dihasilkannya.
Kemudian, AI generatif ini didasarkan pada proses pembelajaran mesin yang terinspirasi oleh cara kerja otak manusia, khususnya jaringan saraf atau neural. Jaringan saraf terdiri dari node atau "neuron" yang saling berhubungan yang memproses dan mengirimkan informasi.
Setelah model AI generatif dilatih, ia dapat menghasilkan keluaran atau output baru yang serupa dengan data pelatihan. Termasuk yang sekarang jadi perdebatan adalah AI disebut banyak mencuri karya para pekerja kreatif.
Dalam wawancaranya dengan BBC, Nick Clegg berpendapat bahwa sistem AI generatif “sangat bodoh” karena tidak memiliki kemampuan untuk memahami konteks dan makna konten yang mereka buat. Dia menyarankan bahwa sistem ini hanya mampu menghasilkan konten yang mirip secara dangkal.
Baginya, model AI tidak menawarkan konten yang benar-benar orisinal. Clegg juga menekankan pentingnya pengawasan dan kendali manusia atas sistem AI. Dia berpendapat bahwa mereka harus digunakan untuk menambah pengambilan keputusan manusia daripada menggantikannya
Komentar Nick Clegg telah memicu perdebatan yang lebih luas tentang kekuatan dan batasan sistem AI generatif. Beberapa ahli berpendapat bahwa sistem ini memang terbatas kemampuannya untuk membuat konten yang benar-benar orisinal.
Mereka juga berpendapat bahwa mereka paling baik digunakan dengan kreativitas dan input manusia. Yang lain menunjukkan bahwa AI generatif telah digunakan untuk membuat karya seni dan musik yang mengesankan. Mereka percaya bahwa sistem ini mungkin lebih mampu daripada yang diberikan Clegg kepada mereka.