Miss Universe 2023. (Instagram @missuniverse_id)
JawaPos.com - Kontes kecantikan Miss Universe Indonesia baru saja selesai digelar beberapa hari lalu. Fabienne Nicole Groeneveld pun keluar sebagai pemenang yang akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe nanti.
Namun kehebohan justru terjadi terkait gelaran Miss Universe Indonesia setelah acaranya selesai dilaksanakan. Ajang ini malah menyita perhatian publik luas usai diduga terjadi pelecehan atau kekerasan seksual dialami sejumlah finalisnya saat melakukan body checking.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin (7/8) kemarin. Pelapornya adalah Natasha, salah satu finalis yang sempat menangis histeris pada saat proses body checking dilakukan karena merasa telah direndahkan sebagai perempuan.
Melisa Anggraini, pengacara Natasha memiliki keyakinan proses body checking tidak dilakukan sesuai dengan SOP berdasarkan sejumlah fakta.
1. Body Checking Tidak Ada di Rundown
Body checking disebut Melisa Anggraini tidak sesuai prosedur mengingat tidak ada dalam rundown kegiatan para finalis Miss Universe Indonesia. Agenda seharusnya pada saat itu adalah melakukan fitting busana namun secara mendadak malah dilakukan body checking oleh tim Miss Universe Indonesia.
2. Body Checking Dilakukan Bukan di Ruang Private
Mengingat kegiatan body checking merupakan hal yang sensitif dimana para finalis menanggalkan busana yang dikenakan, seharusnya dilakukan di ruang private atau ruangan tertutup. Hanya orang yang ada kepentingan dengan proses itu yang boleh masuk. Namun faktanya, body checking dilakukan di tempat umum dimana ada orang berlalu lalang di tempat itu.
3. Ada Lawan Jenis
Melisa Anggraini meyakini kegiatan body checking terhadap finalis Miss Universe Indonesia tidak sesuai SOP karena kegiatan itu dihadiri sejumlah laki-laki. Menurutnya, body checking seharusnya dilakukan oleh sesama perempuan guna memastikan keamanan dan kenyamanan para finalis.
4. Body Checking Didokumentasikan
Dalam penilaian Melisa Anggraini, kegiatan body checking seharusnya dilakukan untuk kepentingan acara saja. Misalnya agar dapat menyesuaikan dengan busana yang akan digunakan atau sejenisnya.
Namun kegiatan body checking di ajang Miss Universe Indonesia kabarnya malah dilakukan dengan proses pengambilan gambar terhadap para finalis dalam keadaan telanjang. Melisa khawatir foto-foto itu malah digunakan secara tak bertanggung jawab seperti tersebar di media sosial pada tahun-tahun mendatang.
5. Bikin Finalis Merasa Tidak Nyaman
Body checking yang dilakukan membuat sejumlah finalis merasa tidak nyaman. Ada finalis yang merasa kegiatan body checking sudah melenceng karena area sensitifnya diintip. Bahkan ada finalis menangis histeris saat kegiatan itu dilakukan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
