Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2023 | 21.59 WIB

Sejumlah Fakta Kegiatan Body Checking Tidak Sesuai SOP di Ajang Miss Universe Indonesia

Miss Universe 2023. (Instagram @missuniverse_id)



JawaPos.com  - Kontes kecantikan Miss Universe Indonesia baru saja selesai digelar beberapa hari lalu. Fabienne Nicole Groeneveld pun keluar sebagai pemenang yang akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe nanti.

Namun kehebohan justru terjadi terkait gelaran Miss Universe Indonesia setelah acaranya selesai dilaksanakan. Ajang ini malah menyita perhatian publik luas usai diduga terjadi pelecehan atau kekerasan seksual dialami sejumlah finalisnya saat melakukan body checking.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin (7/8) kemarin. Pelapornya adalah Natasha, salah satu finalis yang sempat menangis histeris pada saat proses body checking dilakukan karena merasa telah direndahkan sebagai perempuan.

Melisa Anggraini, pengacara Natasha memiliki keyakinan proses body checking tidak dilakukan sesuai dengan SOP berdasarkan sejumlah fakta.

1. Body Checking Tidak Ada di Rundown

Body checking disebut Melisa Anggraini tidak sesuai prosedur mengingat tidak ada dalam rundown kegiatan para finalis Miss Universe Indonesia. Agenda seharusnya pada saat itu adalah melakukan fitting busana namun secara mendadak malah dilakukan body checking oleh tim Miss Universe Indonesia.

2. Body Checking Dilakukan Bukan di Ruang Private

Mengingat kegiatan body checking merupakan hal yang sensitif dimana para finalis menanggalkan busana yang dikenakan, seharusnya dilakukan di ruang private atau ruangan tertutup. Hanya orang yang ada kepentingan dengan proses itu yang boleh masuk. Namun faktanya, body checking dilakukan di tempat umum dimana ada orang berlalu lalang di tempat itu.

3. Ada Lawan Jenis

Melisa Anggraini meyakini kegiatan body checking terhadap finalis Miss Universe Indonesia tidak sesuai SOP karena kegiatan itu dihadiri sejumlah laki-laki. Menurutnya, body checking seharusnya dilakukan oleh sesama perempuan guna memastikan keamanan dan kenyamanan para finalis.

4. Body Checking Didokumentasikan

Dalam penilaian Melisa Anggraini, kegiatan body checking seharusnya dilakukan untuk kepentingan acara saja. Misalnya agar dapat menyesuaikan dengan busana yang akan digunakan atau sejenisnya.

Namun kegiatan body checking di ajang Miss Universe Indonesia kabarnya malah dilakukan dengan proses pengambilan gambar terhadap para finalis dalam keadaan telanjang. Melisa khawatir foto-foto itu malah digunakan secara tak bertanggung jawab seperti tersebar di media sosial pada tahun-tahun mendatang.

5. Bikin Finalis Merasa Tidak Nyaman

Body checking yang dilakukan membuat sejumlah finalis merasa tidak nyaman. Ada finalis yang merasa kegiatan body checking sudah melenceng karena area sensitifnya diintip. Bahkan ada finalis menangis histeris saat kegiatan itu dilakukan.

 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore