
Afriadi.
Oleh: Afriadi, Sarjana Filsafat Islam UIN Jakarta, Magister Ilmu Komunikasi STIKOM Inter-Studi
BELAKANGAN ini, publik semakin sering menemukan pemberitaan dan siniar yang mengatasnamakan kerja investigasi. Kontennya biasanya berangkat dari dugaan terhadap seseorang, kemudian menghubungkan sejumlah fakta, peristiwa, atau relasi tertentu untuk membangun sebuah cerita.
Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah setiap pemberitaan yang mengangkat dugaan, menghubungkan berbagai fakta, dan menggunakan narasi investigatif benar-benar merupakan produk jurnalistik investigasi? Atau, jangan-jangan, sebagian di antaranya justru lebih dekat dengan praktik insinuasi?
Pertanyaan ini penting diajukan karena cara sebuah informasi disusun dapat memengaruhi persepsi publik. Fakta yang disampaikan mungkin saja benar, tetapi cara memilih, merangkai, dan menonjolkannya dapat membentuk kesan tertentu yang melampaui bukti yang tersedia.
Dalam konteks ini, perlu dibedakan antara investigasi dan insinuasi. Keduanya bisa sama-sama berangkat dari kecurigaan, tetapi memiliki orientasi dan proses yang berbeda.
Secara prinsip, investigasi tidak seharusnya berhenti pada kecurigaan. Dugaan awal memang dapat menjadi titik berangkat, tetapi dugaan tersebut harus diuji melalui proses pengumpulan dan pemeriksaan bukti.
Kerja investigasi menuntut jurnalis untuk mengumpulkan dokumen, menguji data, melakukan cek silang, meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, serta memberikan ruang untuk hak jawab. Proses tersebut harus dilakukan secara cermat agar kesimpulan yang dihasilkan tidak hanya bersandar pada asumsi atau hubungan yang bersifat spekulatif.
Dengan kata lain, investigasi berangkat dari dugaan, lalu bergerak menuju pembuktian. Fakta yang ditemukan seharusnya menjadi penentu arah pemberitaan, bukan sebaliknya, ketika fakta dipilih hanya untuk menguatkan dugaan yang sudah ditentukan sejak awal.
Sementara itu, insinuasi dapat dipahami sebagai konstruksi persepsi yang menggunakan fakta-fakta tertentu untuk mengarahkan publik pada sebuah dugaan, meskipun pembuktian yang memadai belum tersedia.
Dalam praktiknya, insinuasi tidak selalu hadir dalam bentuk tuduhan langsung. Ia dapat muncul melalui judul yang sugestif, pertanyaan retoris, pemilihan diksi yang mengandung prasangka, penghilangan konteks, atau penonjolan hubungan dan kebetulan tertentu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022