
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengaku bangga jika ada pihak yang melaporkan dirinya ke MKD.
JawaPos.com - Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan membantah menjadi dalam intelektual dalam pembentukan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja. Sebab berdasarkan catatan juru bicara #BersihkanIndonesia perwakilan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Arteria Dahlan termasuk 12 aktor intelektual pembentukan omnibus Law.
Dalam catatan Jatam, 12 aktor intelektual tersebut tersebar dan memiliki peran serta fungsi berbeda di Satgas dan Panja DPR UU Cilaka. 12 orang itu di adalah Airlangga Hartarto, Rosan Roeslani, Pandu Patria Sjahrir, Puan Maharani, Arteria Dahlan, Benny Sutrisno, Azis Syamsudin, Erwin Aksa, Raden Pardede, M Arsjad Rasjid, Bobby Gafur Umar dan Lamhot Sinaga.
"Saya? Apa kepentingan dan urusan saya dg sejumlah perusahaan? Jangan sampai sebar hoaks, fitnah dan menista, serta cenderung menebar ujaran kebencian. Saran saya Jatam perbaiki diri, bertobat dan minta maaf," kata Arteria kepada JawaPos.com, Minggu (11/10).
Berdasarkan penelurusan Jatam, Arteria Dahlan merupakan salah seorang aktor intelektual di Satgas dan Panitia Kerja DPR UU Cipta Kerja yang memiliki hubungan dengan bisnis tambang dan energi kotor batubara, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Arteria secara tergas membantah hasil penelusuran #BersihkanIndonesia. Dia menganggap pernyataan dan hasil penelusuran tersebut tidak benar.
"Jahat sekali, diberi kekuasaan bebas bicara saja sudah zalim apalagi mereka pegang kekuasaan? Nggak kebayang orang-orang seperti mereka akan seperti apa," cetus Arteria.
Sebelumnya, Jatam menyesalkan Pemerintah dan DPR RI terkait tidak terbukanya draf Undang-Undang Cipta Kerja. Terlebih, Jatam menyebut, sejak awal diusulkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Omnibus Law juga telah banyak ditentang oleh berbagai elemen masyarakat sipil.
"Di balik pembahasan dan pengesahan UU Cipta Kerja ini, terdapat kepentingan besar para pebisnis tambang, guna mendapat jaminan hukum untuk keberlanjutan dan keamanan bisnisnya," kata Merah Johansyah, Juru Bicara #BersihkanIndonesia perwakilan Jatam pada Jumat (9/10).Johansyah menyampaikan, melalui sejumlah elite politik dan pebisnis di Satgas dan Panja Omnibus, kepentingan itu dikejar dan berhasil diperoleh dengan disahkannya RUU Omnibus Law. Bahkan, berdasarkan analisis profil para satgas dan anggota Panja Omnibus Law DPR, 12 aktor penting tersebut memiliki hubungan dengan bisnis tambang terutama batu bara.(*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6V_PrCDXhSQ&ab_channel=jawapostvofficial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022