Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Oktober 2018 | 02.09 WIB

Usai Drama Ratna, Publik Makin Simpati atau Antipati ke Prabowo?

Aktivis HAM Ratna Sarumpaet menjadi tersangka atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax. Ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika hendak terbang ke Chili. - Image

Aktivis HAM Ratna Sarumpaet menjadi tersangka atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax. Ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika hendak terbang ke Chili.

JawaPos.com - Sambil menahan tangis, perempuan itu menyampaikan pengakuan dosa, kemarin Rabu (3/10). "Bohong itu sebuah perbuatan yang salah dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan. Kecuali mengakui dan memperbaikinya".


"Mudah-mudahan dengan itu semua, pihak yang terdampak oleh perbuatan saya ini mau menerima bahwa saya hanya manusia biasa. Perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir".


Itulah sepenggal klarifikasi Ratna Sarumpaet. Beberapa hari sebelumnya ia membuat heboh masyarakat dengan kabar pengeroyokan oleh tiga orang laki-laki di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.


Buntutnya, kini ia ditetapkan sebagai tersangka. Diduga hendak melarikan diri ke Chili, Ratna pun diamankan ketika berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.


Gara-gara drama Ratna ini juga sejumlah politisi dipolisikan. Sebut saja Fadli Zon dan Amien Rais. Sementara itu, tahu mantan anak buahnya menjadi 'pencipta hoax terbaik', calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto meminta maaf kepada masyarakat.


Pasalnya, mantan Danjen Kopassus itu sempat juga bereaksi keras atas kabar pengeroyokan terhadap ibunda Atiqah Hasiholan tersebut. "Jadi, saya di sini atas nama pribadi dan juga sebagai pimpian dari tim kami, meminta maaf telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di kediamannya Rabu (3/10) lalu.


Menariknya, meski terang-terangan kabar penganiayaan itu hoax, namun pengakuan dosa Ratna dan permintaan maaf Prabowo justru relatif memberikan keuntungan positif. Meski seorang Raja Juli Antoni menilai dalam kasus Ratna, Prabowo lupa tabayun, namun tak sedikit politisi yang menyanjung sikap tegas dan ksatria Prabowo.


Sebab, tak hanya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, Prabowo juga memecat mertua Rio Dewanto itu. Posisi Ratna Sarumpaet kini digantikan oleh seorang dokter milenial, Gamal Albinsaid.


Beberapa pengamat dan politisi berpendapat drama Ratna adalah sebuah propaganda yang sengaja diciptakan, untuk menumbuhkan ketakutan. Di sisi lain, ada pihak-pihak tertentu yang tanpa disadari masyarakat, mendapat keuntungan elektoral.


JawaPos.com mencoba mengumpulkan opini dari masyarakat tentang drama hoax Ratna Sarumpaet dan dampaknya terhadap simpati ke Prabowo cs. Sebanyak 16 orang dari berbagai latar belakang secara random dipilih dan diwawancarai mengenai hal ini.


Ahmad Saputra, 23, memiliki keyakinan bahwa drama Ratna berkaitan erat dengan upaya kubu Prabowo meraih simpati dari masyarakat. Mahasiswa Ilmu Komunikasi, IISIP Jakarta itu curiga, kebohongan Ratna memang sengaja didesain untuk itu.


"Yang jelas citra Prabowo agak tercoreng dengan berita ini. Tapi, bisa jadi ini strateginya," katanya, Sabtu (6/10).


"Prabowo membela orang yang justru merusak citranya. Kalau rakyat simpati dengan ini. Jelas ini suatu yang positif jelang pemilu bagi kubu Prabowo," ucap Ahmad.


Sama seperti kebanyakan orang yang merasa kena tipu, Izet Ismail, 26 emosi mendengar kabar pengeroyokan terhadap aktivis HAM senior itu. Namun, ketika mendengar pengakuan dosa dari yang bersangkutan, emosi itu berubah menjadi rasa tidak hormat terhadap Ratna.


"Saya merasa tertipu dan tidak respect kepada Ratna Sarumpaet," katanya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore