Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2026 | 00.44 WIB

Menhaj Gus Irfan Tegaskan Presiden Prabowo Tak Akan Cawe-cawe di Muktamar NU 2026

Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan tidak ada cawe-cawe dari Presiden Prabowo menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan tidak ada cawe-cawe dari Presiden Prabowo menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf yang akrab di sapa Gus Irfan menegaskan tidak ada intervensi atau campur tangan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU 2026.

Hal tersebut ia sampaikan untuk menepis isu yang beredar terkait adanya "poros Istana" yang turut andil dalam forum pemilihan Ketua Umum maupun Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendatang.

"Ndak ada, poros Istana itu tidak ada. Presiden Prabowo itu sangat menghormati NU. Sehingga beliau tidak akan ikut cawe-cawe menentukan ini yang jadi, tidak ada," ujarnya di Surabaya, baru-baru ini, Sabtu (4/7).

Apabila ada selentingan kabar dari kubu tertentu yang mengklaim mendapat dukungan dari Presiden Prabowo untuk maju dalam Muktamar NU, Menhaj Irfan memastikan bahwa itu klaim sepihak dan tidak benar.

"Jadi kalau selama ini ada yang mengklaim saya didukung Presiden, nol. Presiden sangat menghormati Nadhlatul Ulama. Beliau tidak ingin NU dikotori oleh pihak-pihak dari luar NU," imbuh Gus Irfan.

Selain menanggapi isu tersebut, Gus Irfan sebagai cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari mengaku sedih dan prihatin mendengar kabar di internal NU yang saling menjegal menjelang Muktamar ke-35.

"Dinamika di muktamar adalah mencari pemimpin, tetapi tidak seperti sekarang ini, di mana saling menghalalkan segala cara. Kenapa harus seperti itu? Kalau anda memang layak, tanpa ngasih uang pun akan dipilih," ucapnya.

Situasi tersebut, kata Gus Irfan tak mencerminkan semangat Nahdlatul Ulama. Bahkan, para kiai pendahulu justru menolak ketika diminta menjadi pengurus, karena menganggap jabatan sebagai amanah besar.

"Para petinggi-petinggi NU (sekarang baiknya) berkaca pada para pendahulu, kiai-kiai terdahulu, mereka saling menolak untuk dipilih menjadi pengurus karena merasa bahwa itu tanggung jawab yang berat," tutur Gus Irfan.

Ia berharap Muktamar NU Ke-35 dapat berlangsung lancar dengan tetap menjaga marwah organisasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah diwariskan dan dibangun oleh para ulama terdahulu. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore