
Warga Lombok dalam kepanikan usai diguncang gempa 7 SR, Minggu (5/8) malam.
JawaPos.com - Gempa 7 skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara tadi malam (5/8) pukul 18.46. Gempa yang berlokasi di 27 kilometer timur laut Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer tersebut sempat membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami.
Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok menyampaikan bahwa gempa tadi malam mengakibatkan 31 orang meninggal dunia. Penyebabnya bermacam-macam. Namun sebagian besar karena kecelakaan akibat panik.
Gempa tadi malam juga sempat membuat masyarakat di Lombok panik bukan kepalang. Mereka berusaha menyelamatkan diri karena guncangan terasa jauh lebih kuat daripada gempa sebelumnya. "Ini lebih besar dan lebih lama," ungkap Hamdani Selamet. Pria 31 tahun itu merupakan salah seorang warga yang tinggal di Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.
Berdasar kesaksian Hamdani, masyarakat yang tinggal di bibir pantai langsung berhamburan keluar dari rumah. Mereka mencari tempat yang lebih tinggi. "Semua sekarang sudah mengungsi," ucap dia.
Informasi potensi tsunami pascagempa tadi malam yang membuat mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri. Alhasil, seluruh jalur dari pantai ke lokasi-lokasi yang lebih tinggi padat. "Macet sekali di sini," tambah dia.
Menurut Hamdani, hanya beberapa orang yang tersisa di desanya. Sebagian besar memilih menyelamatkan diri lantaran jarak dari desanya ke pantai di selatan Lombok relatif dekat.
Lombok Post (Jawa Pos Group) melaporkan, sejumlah jalan di Mataram macet parah. Warga yang berada di dalam rumah, di mal, rumah sakit, hotel, dan sejumlah tempat lainnya berhamburan ke jalan.
Peneliti gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano menyatakan, gempa tadi malam adalah imbas gempa 6,8 SR yang terjadi Minggu pagi (29/7). Lumrahnya, gempa besar akan memicu gempa besar lainnya.
Irwan menjelaskan, ada jalur gempa utama yang melintas mulai Bali hingga Kepulauan Nusa Tenggara. Pertama jalur subduksi lempeng Hindia dan Eurasia yang memanjang di sebelah selatan. Kemudian sesar Flores atau Flores backthrust atau Lombok-Flores backthrust yang memanjang di sebelah utara.
"Ini yang membuat saya khawatir. Selama ini kita terpaku pada potensi gempa Sunda thrust yang notabene melintas di selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang konon menyimpan potensi hingga 8 SR," katanya. "Namun, penelitian saya dan beberapa kawan pada 2016, sesar di sebelah utara kepulauan Nusa Tenggara juga menyimpan potensi gempa yang cukup besar, bisa di atas 7 SR," imbuhnya.
Irwan yakin gempa 29 Juli lalu memicu potensi sebenarnya dari Flores backthrust itu. Temuan Irwan dan timnya, memang di daerah selatan Jawa jalur yang sangat aktif adalah jalur subduksi di selatan. Gempa-gempa yang terjadi di sepanjang jalur itu memang memiliki rata-rata magnitudo yang besar. Namun, kerusakan yang ditimbulkannya relatif tidak besar karena episentrumnya kerap kali berada di lepas pantai. Kadang ratusan meter jauhnya dari daratan. "Untuk risiko tsunami, menurut saya tidak terlalu besar karena dikelilingi perairan yang relatif dangkal," jelasnya.
Saat gempa terjadi, di Hotel Golden Palace, Lombok Tengah, berlangsung forum Indonesia-Australia Ministerial Council on Law and Security. Menko Polhukam Wiranto memastikan bahwa seluruh undangan dan delegasi berbagai negara selamat. "Kegiatan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism besok (hari ini, Red) kami tunda," kata Wiranto.
Pejabat asal Jogjakarta itu pun sudah mempersilakan undangan dan tamu yang hadir dalam agenda tersebut kembali ke negara masing-masing. Menurut Wiranto, dirinya dan seluruh undangan serta delegasi berbagai negara tengah melaksanakan gala dinner ketika gempa mengguncang Lombok. Mereka langsung menyelamatkan diri lantaran getaran akibat gempa 7 SR itu terasa kuat.
Informasi yang diterima Jawa Pos, gempa bumi di Lombok tadi malam juga terasa sampai Bali dan Kepulauan Sapeken di Madura. Sejumlah bangunan di Bali juga dilaporkan rusak akibat gempa tersebut.
Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I Awaluddin menyatakan, tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara (airside) seperti runway, taxiway, dan apron di Bandara Internasional Praya Lombok maupun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. "Hanya ada kerusakan minor pada fasilitas di terminal," katanya kemarin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
