Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juni 2021 | 19.12 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual, Jangan Sampai Para Pelajar SMA SPI Ketakutan

MENENANGKAN SISWA: Para siswa SMA SPI, Kota Batu, yang masih berada di asrama saat mendengarkan arahan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Selasa (1/6). (PEMKOT BARU FOR JAWA POS RADAR KUDUS) - Image

MENENANGKAN SISWA: Para siswa SMA SPI, Kota Batu, yang masih berada di asrama saat mendengarkan arahan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Selasa (1/6). (PEMKOT BARU FOR JAWA POS RADAR KUDUS)

JawaPos.com – SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang tengah diterpa kasus dugaan kekerasan seksual sang pendiri memiliki 200 siswa. Sebanyak 80 pelajar di antaranya masih tinggal di asrama dengan sistem pembelajaran daring. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim) bersama Dispendik Kota Batu berkoordinasi agar para pelajar tersebut tidak berada dalam suasana ketakutan. Tidak traumatis dalam mengikuti pelajaran.

Selain itu, seperti yang dituturkan Sekretaris Dispendik Jatim Ramliyanto kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin (2/6), pihaknya terus berkoordinasi dengan kepala sekolah agar kegiatan belajar-mengajar terus berjalan. ”Jadi, jangan sampai kejadian yang bersifat individual mengganggu proses belajar-mengajar karena ini bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa,” kata Ramliyanto kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Kemarin siang sekolah berasrama di Bumiaji, Kota Batu, tersebut dikunjungi rombongan Komisi E DPRD Jatim. Seperti ketika Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berkunjung sehari sebelumnya, kunjungan itu juga tertutup.

Ditemui setelah pertemuan, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih menuturkan bahwa pihaknya mengimbau pihak sekolah agar tidak takut sekalipun relasi kuasa seperti kepala sekolah jauh di bawah pendiri sekaligus pemilik, JE, yang menjadi terlapor kasus dugaan pelecehan seksual. ”Semua fasilitas yang diterima pelajar di sini murah dan gratis secara boarding school sehingga harus ada skema penyelamatan agar sekolahnya terselamatkan,” jelasnya.

Dia berharap murid-murid yang ada terselamatkan, terutama kondisi psikisnya saat ini. ”Makanya, kami ke sini berupaya melindungi sekolah ini,” ujarnya.

Photo

Rombongan Komisi E DPRD Jatim meninggalkan SMA SPI kemarin (2/6). (SEKRETARIAT DPRD PROVINSI JAWA TIMUR)

Kasus dugaan kekerasan seksual dengan JE sebagai terlapor itu dilaporkan Komnas Perlindungan Anak ke Polda Jatim pada Sabtu (29/5). Ada tiga korban perempuan yang dua hari kemudian divisum. Gelar perkara awal juga telah dilakukan Polda Jatim. Namun, sampai kemarin belum ada penetapan tersangka.

Dalam konteks pembuktian persoalan yang ada, dia menyarankan alumni SMA SPI yang pernah mengalami kejadian yang menyimpang untuk tidak takut melapor kepada polisi. Jadi, persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan cepat. ”Ini dilakukan untuk membantu aparat hukum cepat menyelesaikan,” katanya.

Menyusul pelaporan oleh Komnas Perlindungan Anak Sabtu lalu, Kepala SMA SPI Risna Amalia merasa kaget dan aneh atas informasi yang beredar tentang dugaan kejahatan seksual yang dilakukan JE. Dia tidak mengetahui siapa yang memberikan bahan pelaporan. Dia pun mempertanyakan tujuan dan motif membuat laporan tersebut. ”Sesungguhnya yang diberitakan sama sekali tidak benar. Saya di sini sejak sekolah ini didirikan pada 2007,” jelasnya.

Baca juga: Pelapor Perkara Dugaan Kekerasan Seksual Mungkin Bisa Bertambah

Risna menyatakan, sejak menjadi kepala sekolah dan ibu asrama, dirinya tidak pernah mengetahui kejadian-kejadian seperti yang dilaporkan.

Paginya sebelum ke SMA SPI, rombongan komisi E menemui Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Hasilnya disepakati bahwa korban yang ada diberi perlindungan yang terbaik. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Komnas Perlindungan Anak seandainya dibutuhkan untuk konseling psikososial kepada korban yang rata-rata menjadi alumni. ”Pemprov (Jatim) menyediakan itu. Misalnya, untuk penjemputan (korban), kalau yang bersangkutan warga Jawa Timur dan kehadirannya dibutuhkan penyidik,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore