
Presiden Prabowo Subianto (kanan). (Istimewa)
JawaPos.com - Melalui pelantikan wakil menteri pertahanan (wamenhan) hari ini (15/10), Presiden Prabowo Subianto menambah jenderal atau perwira tinggi (pati) bintang 4 aktif. Yakni Jenderal TNI Richard T. H. Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari.
Jenderal Richard menjadi wamenhan bidang strategis, doktrin, dan pembangunan kekuatan. Sedangkan Marsekal Yusuf ditugaskan sebagai wamenhan bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Tambahan 2 wamen itu sekaligus menggenapkan jumlah jenderal dan pati bintang 4 aktif TNI-Polri di Kabinet Merah Putih menjadi 10 orang.
Selain 2 nama itu, ada beberapa nama lain. Yakni Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kemudian, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Atas banyaknya jumlah jenderal bintang 4 aktif di Kabinet Merah Putih, Co-Founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline menyampaikan, relevansi tugas serta prosedur dalam negara demokrasi patut jadi catatan.
”Yang perlu disadari bahwa pangkat bintang 4 itu bisa menjadi dambaan setiap perwira, bahkan sejak dia duduk di Akademi Polisi maupun TNI. Dengan demikian, tentu hal ini menjadi prestasi pribadi yang bisa dimengerti. Akan tetapi, dalam sebuah organisasi, pangkat itu mengikuti lingkup tugas dan tanggung jawab,” kata dia.
Di Amerika Serikat (AS), kata Edna, ada nyaris 30 jenderal aktif. Namun, semua dikaitkan dengan tugas dan wilayah operasi AS yang mencakup seluruh dunia. Dia pun mencontohkan keberadaan komandan operasi gabungan yang membawahi banyak orang, material, dan berbagai macam tugas dengan cakupan wilayah tertentu.
”Dalam perkembangan terbaru (di Indonesia), 2 perwira aktif mendapat kenaikan pangkat sebagai bintang 4. Tentunya perlu ditelaah lebih lanjut, apakah memang kompleksitas tugas dan organisasi sipil yang dipimpin seorang wakil menhan itu setara dengan misalnya Kepala Staf TNI AU,” ucap Edna.
KSAU, bertanggung jawab mengurus banyak pesawat dan puluhan ribu pasukan Angkatan Udara. Tugasnya juga beragam di seluruh Indonesia. Demikian pula KSAL, yang harus menjaga 6 juta kilometer persegi wilayah laut Indonesia, baik di permukaan maupun di bawah permukaan.
”Atau Kepala Staf TNI AD yang jumlah prajuritnya 300 ribuan orang dengan penugasan yang berbeda-beda di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022