Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 05.14 WIB

Karhutla di Kalteng dan Sumsel Masih Parah, BNPB Terus Lakukan Pemadaman Bersama Tim Gabungan

Ilustrasi penampakan asap dan sisa kebakaran di area perkebunan kelapa sawit Kalimantan Tengah. (BNPB) - Image

Ilustrasi penampakan asap dan sisa kebakaran di area perkebunan kelapa sawit Kalimantan Tengah. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 6 provinsi prioritas. Karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel) diakui masih dalam kondisi berat.

”Tanggal 13 Oktober, penanganan Karhutla kami fokus pada Kalimantan Tengah maupun Sumatera Selatan, dimana kondisi karhutla di 2 provinsi itu masih mengalami kebakaran berat,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan pada Rabu (14/10).

Di luar Kalteng dan Sumsel, karhutla 4 provinsi prioritas lain yang terdiri atas Riau, Jambi, Kalimantan Barat (Kalnar), dan Kalimantan Selatan (Kalsel), sudah mulai melandai. Saat ini karhutla di 4 provinsi relatif mudah dipadamkan. Sehingga kondisinya terkendali.

Berton mengakui, ada beberapa hal yang menyebabkan Kalteng dan Sumsel masih berat. Salah satunya adalah karhutla di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Karena itu, operasi darat maupun udara untuk memadamkan karhutla di 2 provinsi tersebut terus berlangsung.

”Operasi udara bisa memadamkan seketika tetapi tidak sampai ke dalam gambut. Jadi memang yang lebih efektif itu operasi darat,” ujarnya.

Berdasar data, lahan gambut dalam proses pemadaman di Kalteng seluas 7,8 hektare. Sedangkan di lahan mineral atau non gambut yang terbakar di Kalteng seluas 513,89 hektare. Lahan mineral itu mencakup wilayah Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.  

Penekanan pemadaman karhutla di 2 provinsi tersebut karena kondisi yang buruk mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Dalam kondisi itu, Pos Komando mengutamakan operasi darat ketimbang operasi udara. Sebab, jarak pandang rendah membatasi operasional helikopter water bombing. 

”Sebanyak 4.686 personel gabungan telah dikerahkan di Kalteng, sementara di Sumsel terdapat 12.285 personel yang bertugas,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore