Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 01.40 WIB

Asap Karhutla Sebabkan 283.270 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Paling Banyak di Kalsel dan Sumsel

Ilustrasi asap karhutla. (BPBD Jatim) - Image

Ilustrasi asap karhutla. (BPBD Jatim)

JawaPos.com - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi masalah di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Sebanyak 283.270 orang di 7 provinsi dilaporkan terkena ISPA akibat asap karhutla.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Then Suyanti menyampaikan bahwa angka itu merupakan akumulasi dari data di 7 provinsi dan 63 kabupaten maupun kota yang terdampak karhutla. Kasus tertinggi terdata dialami oleh pasien berusia 5 tahun ke atas.

Khusus untuk daerah dengan kasus ISPA tertinggi, Kemenkes mencatat Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Angkanya masing-masing 74.636 kasus di Kalsel dan 74.458 di Sumsel. 

”Dan situasi saat ini ISPA yang masih diderita sebanyak 3.897,” kata dia kepada awak media dalam konferensi Pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada Rabu (14/10).

Berdasar data, asap karhutla sudah masuk kategori sangat tidak sehat dan berbahaya. Akibatnya, risiko kesehatan meningkat. ISPA adalah salah satu dampak sebaran asap karhutla.

”Karena kita tahu asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yaitu PM 2.5, maupun karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti ISPA,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Then menyatakan bahwa batuk, sesak napas, pilek, dan radang tenggorokan juga termasuk dampak asap karhutla. Kondisi itu juga bisa memicu asma, gangguan mata, serta gangguan kulit.

”Dan bisa dampak sistemik, yaitu meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke, tekanan darah meningkat terutama pada lansia,” ata dia.

Untuk itu, Kemenkes mengupayakan menjaga kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, dan pekerja di luar ruangan. Edukasi terus dilakukan agar dampak asap karhutla tidak semakin buruk.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore