
Prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)
JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan angka sekitar 600 hektare lahan yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bukan total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Hingga Rabu (14/10), pemerintah masih menghitung luas keseluruhan lahan yang terbakar, termasuk berapa luas yang masih terbakar saat ini.
Penjelasan itu disampaikan sehari setelah Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa 639,23 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih harus dipadamkan. Dalam rapat terbatas pada Senin (12/10), Prabowo sempat mengonfirmasi ulang angka tersebut dan mengaku sebelumnya mengira luas kebakaran masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menjelaskan, angka sekitar 600 hektare yang bersumber dari sistem SiPongi dan laporan petugas merupakan luas lahan yang sedang dalam penanganan BNPB. Angka itu tidak menggambarkan total luas karhutla secara nasional.
“Kalau kami lihat berdasarkan data SiPongi, angka 600-an hektare itu adalah yang sedang ditangani oleh BNPB. Jadi, tolong kalau membaca, teman-teman media juga agak cermat, itu bukan luas area terbakar, itu yang sedang dalam penanganan,” kata Ristianto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Rabu (14/10).
Ristianto mengatakan penghitungan total luas lahan terbakar versi pemerintah masih berlangsung. Proses tersebut dinilai rumit karena membutuhkan data lintas kementerian dan lembaga, sementara fokus pemerintah saat ini masih pada upaya pengendalian karhutla di lapangan.
“Secara total luasan areal yang terbakar dari pemerintah, dalam hal ini Kemenhut, masih dalam proses penghitungan karena cukup rumit. Memang kami di Kemenhut masih fokus untuk upaya di lapangan,” ujarnya.
Dia memastikan hasil penghitungan resmi akan diumumkan setelah proses tersebut selesai. Data itu nantinya merupakan hasil pengumpulan dari berbagai kementerian dan lembaga, bukan hanya Kemenhut.
BNPB Sebut 663 Hektare Gambut
Dalam konferensi pers yang sama, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton Pandjaitan menyebut 663 hektare lahan gambut masih terbakar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla. Data tersebut berasal dari SiPongi yang dilengkapi hasil pengukuran petugas di lapangan.
“Jadi per hari kemarin, hari ini kami laporkan bahwa ada 663 hektare lahan gambut yang saat ini terbakar,” kata Berton.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022