Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 22.42 WIB

Prokesra Menjadi Strategi Menteri UMKM Lahirkan 10 Juta Wirausaha Baru

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati (kanan). (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com) - Image

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati (kanan). (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha dan pekerja melalui program Prokesra.

Hal tersebut disampaikan Maman saat menghadiri kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan, serta akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jawa Timur 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada Rabu (23/9).

Maman mengatakan, salah satu fokus utama Prokesra tersebut adalah menghidupkan kembali inkubator-inkubator wirausaha di berbagai daerah. Inkubator tersebut diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM.

“Targetnya adalah kita ingin menghasilkan 10 juta wirausaha dan pekerja melalui program ini,” kata Maman.

Menurutnya, keberadaan inkubator diperlukan agar proses pembinaan UMKM dapat dilakukan secara lebih terstruktur, sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Maman menyebut inkubator tidak hanya berasal dari perguruan tinggi, tetapi juga lembaga-lembaga di luar kampus. Ia menilai perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi produk komersial.

“Kami butuh perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro, kecil, menengah itu lebih terstruktur, tersistematis, dan terintegrasi, serta berkelanjutan,” ujarnya.

Dia mencontohkan sejumlah inovasi yang dihasilkan ITS. Salah satunya adalah implan batok kepala yang saat ini masih menjalani proses uji klinis. Pemerintah, kata Maman, akan membantu mempercepat sejumlah tahapan yang dibutuhkan agar inovasi tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat.

Bantuan tersebut antara lain berkaitan dengan proses perizinan dan sertifikasi. Selain itu, pemerintah juga berupaya mempertemukan inovasi hasil perguruan tinggi dengan lembaga pembiayaan maupun investor.

“Yang kedua, ada tadi beberapa produk, kurang di pembiayaan. Nah, kami hadir di situ membawa beberapa institusi-institusi perbankan kita dan juga mungkin beberapa partner untuk bisa ikut investasi karya-karya inovasi yang dibuat di kampus,” jelasnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore