Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 13.46 WIB

Arus Capai 6,8 Knot Menghambat Penyelaman Pencarian Korban KM Virgo Transport 8

TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9). (Dok TNI AL) - Image

TNI AL mengevakuasi 22 korban selamat dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Senin (14/9). (Dok TNI AL)

JawaPos.com - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 sampai hari keempat Rabu (16/9) belum ada tambahan korban yang ditemukan. Upaya pencarian di bawah air juga terkendala arus kuat yang mencapai 6,8 knot.

Dikutip dari Radar Banjarmasin Kamis (17/9) Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Moch Syafii mengatakan operasi SAR tetap dilakukan melalui pencarian di permukaan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Tim juga telah merencanakan pencarian bawah air atau underwater.

Namun, penyelaman belum dapat dilakukan secara maksimal karena kuatnya arus bawah air di sekitar lokasi kecelakaan.“Kecepatan arus di lokasi mencapai di atas 6 knot, bahkan mendekati 7 knot. Sementara sesuai ketentuan, penyelaman itu direkomendasikan dengan catatan kecepatan arus di bawah 1,5 knot,” ujar Syafii kepada awak media, Rabu (16/9) malam. Atas pertimbangan keselamatan, penyelam yang diterjunkan dari KRI akhirnya ditarik kembali setelah menuju titik penyelaman yang direncanakan.

Danlanal Banjarmasin Letkol Laut Galih Nurna Putra mengatakan, TNI AL telah mengerahkan dua tim penyelam. Masing-masing satu tim Kopaska dan satu tim Koppeba TNI AL. Tim sempat berupaya melakukan penyelaman. Namun, arus bawah air yang mencapai sekitar 6,8 knot membuat operasi membutuhkan teknik dan peralatan khusus. “Tadi sudah disampaikan oleh Kabasarnas bahwa bagaimana arus di dalam air mencapai 6,8 knot yang tidak mudah untuk melaksanakan penyelaman,” katanya.

Bangkai Kapal Bergeser 450 Meter

Kondisi pencarian semakin menantang karena posisi KMP Virgo Transport 8 terus berubah. Syafii mengatakan, bangkai kapal telah bergeser sekitar 450 meter dari titik datum awal pencarian. Kedalaman posisi kapal juga berubah. Sebelumnya, kapal disebut masih mengapung dengan bagian tertentu berada pada kedalaman sekitar 21 meter. Kini posisinya mencapai kedalaman sekitar 29 meter di bawah permukaan.

“Kemarin yang kita menganggapnya kapal dalam kondisi masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser sekarang di kedalaman 29 meter,” ungkapnya. Perubahan tersebut turut memengaruhi perencanaan penyelaman. Sebelum penyelam diturunkan, tim membutuhkan data pendukung mengenai struktur dan bagian kapal serta kondisi aktual di bawah air.

Observasi menjadi tahapan awal untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan data yang dimiliki. Hasilnya kemudian menjadi dasar menyusun skema penyelaman secara bertahap. Dengan arus yang belum memungkinkan penyelaman dilakukan secara maksimal, Basarnas menyiapkan skema alternatif berupa salvage.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore