
Ilustrasi petugas gabungan melakukan pembasahan setelah karhutla di kawasan Gunung Bromo pada Jumat (11/9) (Dok BPBD Jatim).
JawaPos.com – Titik panas atau hotspot dapat menjadi penanda awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, informasi tersebut belum cukup untuk menggambarkan kondisi dan dampak kebakaran secara menyeluruh.
Untuk mengetahui area yang benar-benar terdampak, dibutuhkan pengolahan data serta citra satelit beresolusi tinggi. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan dilakukan lebih detail, termasuk melihat lokasi, persebaran, hingga estimasi luasan area yang terdampak.
Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, mengatakan pemanfaatan data satelit saat ini berkembang dari sekadar menghadirkan gambar permukaan bumi menjadi informasi yang dapat membantu pengguna memahami suatu kondisi.
"Kami ingin membawa pemanfaatan data satelit lebih jauh dari sekadar melihat gambar permukaan bumi. Earth Intelligence memungkinkan data tersebut diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, mulai dari melihat indikasi suatu kejadian, mengetahui area yang terdampak, hingga memantau perubahan kondisi wilayah dari waktu ke waktu. Kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat kapabilitas tersebut guna memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," ujar Anggoro dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9).
Salah satu penerapannya dilakukan untuk pemantauan karhutla melalui Karhutla GeoTSat. Platform tersebut menampilkan persebaran titik panas di berbagai wilayah Indonesia melalui dashboard berbasis data satelit.
Karhutla GeoTSat memanfaatkan data dari NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS) untuk menampilkan informasi hotspot dan aktivitas termal. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk visualisasi geospasial sehingga pengguna dapat melihat wilayah yang membutuhkan perhatian secara lebih mudah.
Platform tersebut juga dilengkapi Fire AI Assistant berbasis generative AI untuk membantu pengguna berinteraksi dan memahami informasi yang tersedia pada dashboard.
Meski demikian, informasi hotspot lebih tepat digunakan sebagai langkah awal untuk menentukan area yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Ketika dibutuhkan gambaran yang lebih detail, pemantauan dapat dilanjutkan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi.
Untuk kebutuhan tersebut, Telkomsat berkolaborasi dengan STAR.VISION dalam pemanfaatan citra satelit beresolusi tinggi hingga 50 sentimeter. Pengambilan citra dapat diarahkan pada lokasi tertentu yang ingin dipantau sehingga kondisi area dapat terlihat lebih jelas dan sesuai dengan kebutuhan analisis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022