Kondisi air laut yang surut drastis di kawasan pesisir Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara. (Manado Post)
JawaPos.com - Setelah gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4), fenomena surutnya air laut secara tidak wajar dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan pesisir.
Seperti dilansir dadi Manado Post (Jawa Pos Group) dari unggahan di media sosial milik Barry South, seorang warga Basaan, memperlihatkan kondisi air laut yang mengalami penyusutan drastis di area pantai.
Peristiwa ini terlihat jelas di pesisir Basaan, yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), di mana perubahan permukaan air laut terjadi dengan cepat.
Warga setempat tampak berkumpul di sekitar pantai untuk mengamati situasi yang tidak biasa tersebut.
Meski begitu, kesadaran akan potensi risiko juga mulai meningkat, dengan masyarakat yang bersiaga mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Kami berharap situasi ini tetap aman, tapi warga sudah mulai berjaga-jaga,” ujar salah satu warga dalam unggahan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
