
Tari (baju pink) memantau kabar adiknya Triyono yang jadi salah satu penumpang kapal Virgo Transport 8 (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com).
JawaPos.com - Raut cemas tak bisa disembunyikan Tari saat menanti kabar tentang adiknya, Triyono (50). Adiknya itu merupakan satu dari 243 penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).
Di tengah ketidakpastian itu, Tari hanya bisa berharap nama adiknya segera ditemukan dalam daftar korban selamat. Bersama keluarga, Tari mendatangi Posko Informasi di Terminal Gapura Surya Nusantara Surabaya. Mereka berusaha memastikan keberadaan Triyono dengan mencermati manifest penumpang, sembari menunggu informasi terbaru mengenai proses pencarian.
Tatapan Tari tak lepas dari papan berisi data penumpang. Di antara keluarga penumpang lainnya yang sama-sama menanti kepastian, ia terus mencari nama adiknya. Namun hingga kini, keberadaan Triyono masih belum diketahui.
Di tengah rasa cemas yang menyelimuti, Tari teringat pada sosok adiknya yang dikenal gemar berbagi. Triyono disebut rutin menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan. Ia bahkan memiliki kegiatan sosial yang dilakukan setiap pekan melalui program yang diberi nama “Kamis Berkah”.
Tari yang sehari-hari berjualan nasi mengatakan, Triyono rutin mengirimkan uang untuk kemudian disalurkan kepada para janda. “Dia ada program Kamis Berkah. Saya jualan nasi, kemudian lewat telepon dia rutin transfer uang untuk disumbangkan kepada para janda. Setiap hari Kamis dia selalu buat Kamis Berkah,” kata Tari.
Kebiasaan tersebut kini menjadi kenangan yang terus terlintas di benak keluarga. Biasanya, komunikasi dengan Triyono berjalan seperti biasa. Namun kini, telepon dan pesan hanya berujung pada penantian. Keluarga tidak tahu kapan kabar berikutnya akan datang atau seperti apa kepastian yang akan mereka terima.
Tari mengaku pertama kali mendapat kabar mengenai musibah tersebut dari anggota keluarga di Nganjuk, Jawa Timur. Mendengar kabar itu, ia langsung berusaha menghubungi keluarga lainnya yang berada di Kalimantan untuk memastikan informasi mengenai kondisi Triyono.
“Setelah dengar kabar itu, saya langsung telepon adik saya lagi yang di Banjar dan ipar saya. Diberitahu kalau kapalnya tenggelam tadi malam,” ujarnya.
Kabar tersebut sontak membuat keluarga panik. Dalam kondisi penuh kebingungan, mereka berusaha mencari informasi dari berbagai sumber sembari menunggu kabar mengenai proses pencarian. Triyono diketahui telah cukup lama bekerja sebagai sopir ekspedisi dengan rute Surabaya-Banjarmasin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022