Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 September 2026 | 04.33 WIB

BGN Siapkan Marketplace Bahan Baku MBG, Begini Konsepnya

Kepala BGN Sudaryono bersama para wakil kepala dan sejumlah pejabat utama BGN, hadir dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Kepala BGN Sudaryono bersama para wakil kepala dan sejumlah pejabat utama BGN, hadir dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem marketplace khusus untuk pengadaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sistem tersebut mengadopsi mekanisme Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) yang digunakan dalam pengelolaan belanja Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sistem tersebut nantinya memungkinkan pemerintah mengetahui secara lebih jelas pihak yang menjadi pemasok, harga barang, hingga transaksi dan perpajakannya.

"Sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya," ujar Sudaryono dalam keterangannya yang disampaikan di akun instagram @sudaru_sudaryono, Sabtu (12/9).

Sudaryono menyebut ada enam komoditas yang menjadi tahap awal dalam sistem tersebut, yakni daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu.

Sistem tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026 untuk membuat transaksi pengadaan lebih transparan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Dia menjelaskan, sistem tersebut juga akan menerapkan mekanisme verified seller. Dengan begitu, pemasok yang masuk dalam sistem pengadaan MBG tidak bisa berasal dari sembarang pihak.

"Nanti akan ada dari sisi marketplace-nya akan ke asosiasi. Jadi belinya itu adalah yang verified seller. Nah, verified seller itu siapa? Ya adalah asosiasi itu," jelasnya.

Sudaryono menambahkan, BGN juga tengah menyusun mekanisme agar pengadaan bahan baku MBG sebisa mungkin dilakukan dari wilayah setempat. Artinya, kata dia, dapur MBG di suatu daerah akan diarahkan membeli komoditas di daerahnya.

"Nah nanti ada cakupannya, misalnya kalau di Mojokerto, beli telur ya Mojokerto aja, nggak boleh beli telur dari luar kabupaten. Kalau di dalam kabupatennya nggak ada barangnya gimana? Baru dia boleh nyebrang," tutur Sudaryono.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore