Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 02.44 WIB

Kemenkes Sebut Ada 113 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla dan 26 Ribu Korban Diantaranya Balita

Kabut asap dampak karhutla menyelimuti sekolah dasar di Kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan Tengah. (Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com) - Image

Kabut asap dampak karhutla menyelimuti sekolah dasar di Kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan Tengah. (Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

JawaPos.com – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit paling banyak terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kementerian Kesehatan mencatat kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla mencapai 113.336 kasus per Rabu (9/9) lalu.

Sebagaimana diberitakan Antara Kamis (10/9), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta menyampaikan bahwa sebaran kasus ISPA menjangkiti warga di 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi. Yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

"Laporan kasus ISPA terbagi dalam kelompok usia. Yakni sebanyak 26.545 kasus menyerang balita usia 0 hingga 5 tahun serta 86.791 kasus terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun," kata Widyawati.

Widyawati memaparkan bahwa melonjaknya kasus pernapasan berbanding lurus dengan memburuknya Indeks Standar Pencemar Udara di sejumlah daerah yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat (merah) hingga berbahaya (hitam).

Kualitas udara kategori berbahaya atau warna hitam teridentifikasi mulai dari Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Kabupaten Murung Raya di Kalimantan Tengah. Sementara status sangat tidak sehat atau merah meliputi Baning Kota di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dan Kabupaten Tebo di Jambi.

Dia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak panik, disiplin memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas.

Kementerian Kesehatan selama masa tanggap darurat bencana ini telah menyiagakan sebanyak 1.691 puskesmas serta 360 rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien terdampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan di tujuh provinsi itu.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore