Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 23.02 WIB

Fokus Tangani Karhutla di Kalsel, Begini Poin Lengkap 5 Penekanan Arahan Strategis dari Kepala BNPB

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan arahan dan penekanan dalam penanganan karhutla di Kalsel. (BNPB) - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan arahan dan penekanan dalam penanganan karhutla di Kalsel. (BNPB)

JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menekankan 5 arahan strategis dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Semua dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi di Banjarbaru pada Kamis (10/9).

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto menegaskan bahwa percepatan dalam penanganan karhutla di Kalsel harus dilakukan. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) Darat memaksimalkan kekuatan pemadaman api. Arahan strategis dari Suharyanto terdiri atas:

Pertama, penguatan dan penebalan porsi personel Satgas Darat di lapangan. Jenderal bintang tiga TNI AD itu menyampaikan bahwa kunci utama penuntasan karhutla berada pada Satgas Darat. Yakni petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan.

”Kekuatan utama untuk memadamkan api itu ada pada Satgas Darat. Semakin besar pasukannya, kita akan jauh lebih siap sehingga hasil pemadaman harian di lapangan bisa jauh lebih maksimal,” kata dia.

Karena itu, Suharyanto menilai langkah itu sangat penting. Apalagi bila merujuk data total 27 titik kebakaran yang ditemukan pada Rabu (9/9). Dengan estimasi luas terdampak 132,062 hektare, capaian pemadaman oleh Satgas Darat baru sekitar 18,612 hektar. Angka tersebut di luar pemadaman alami sekitar 4,27 hektare.

Sementara itu, lanjut dia, Satgas Udara berhasil memadamkan 32 hektar di luar pemadaman alami mencapai 41 hektar. Kedua, lanjutnya, percepatan mobilisasi sarana dan prasarana dengan melarang keras penumpukan peralatan pemadam kebakaran di dalam gudang.

Suharyanto meminta seluruh armada tangki air, mesin pompa, dan Alat Pelindung Diri (APD) yang berasal dari kementerian terkait segera dikeluarkan dan difungsikan di lokasi terdampak. Dia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penuh kelancaran operasional petugas di lapangan.

”Saya minta tidak ada lagi peralatan yang tersimpan di gudang BPBD provinsi maupun kabupaten dan kota. Keluarkan semua bantuan armada tangki dan peralatan lainnya ke lapangan,” pintantya.

Ketiga, fokus pada penataan dan standardisasi publikasi data karhutla melalui pemisahan data hotspot (titik panas satelit) dan firespot (titik kebakaran nyata). Berdasar hasil pemantauan satelit Sipongi Kemenhut pada 9 September 2026, akumulasi luas lahan terbakar di Kalsel mencapai 8.019,63 hektar.

BNPB mengimbau seluruh pihak agar mengacu pada data firespot berkategori high confidence hasil verifikasi lapangan untuk dipublikasikan. Langkah itu penting untuk menyajikan informasi yang presisi kepada publik. Sebab, data satelit umum yang merekam aktivitas panas non-karhutla kerap memicu kepanikan tidak perlu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore