
Menko Polkam Djamari Chaniago bersama kapolri, panglima TNI, jaksa agung, dan kepalaBIN menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta terkait dengan situasi kamtibmas Agustus 2026. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Peredaran video aksi demo pada akun-akun media sosial (medsos) turut menjadi atensi pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa video-video itu hoax serta daur ulang aksi lama.
Kepada awak media, Djamari menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial adalah hoax. Dia memastikan saat ini tidak terjadi aksi demo di seluruh wilayah Indonesia. Video-video itu sangat mungkin adalah peristiwa lama yang diunggah ulang.
”Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita (terjadi aksi demo), ada hoaks-hoaks yang seperti itu. Mungkin itu terjadi pada masa lalu. Pada saat sekarang ini, ke depan, tidak ada,” ujarnya.
Menurut Djamari, pemerintah bersama instansi terkait seperti Polri, TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) telah memantau informasi yang beredar di medsos. Dia memastikan saat ini tidak ada aksi unjuk rasa seperti dalam video yang beredar luas belakangan ini.
”Sama sekali tidak ada (demo saat ini), sama sekali tidak kami temukan itu,” kata dia menegaskan.
Djamari menyampaikan bahwa kondisi dan situasi di Indonesia saat ini dalam keadaan mantap dan terkendali. Dia menyebut, tidak perlu ada yang terlalu dikhawatirkan. Termasuk isu-isu yang beredar terkait dengan aksi demo dan kerusuhan Agustus tahun ini.
”Situasi dalam negeri sangat-sangat mantap dan perkembangan semua yang terjadi di dalam negeri masih dalam kendali kita semua, kendali panglima, kendali kapolri, kendali BIN,” kata dia kepada awak media.
Kepada awak media, Djamari tidak menampik, berita, kabar, dan informasi yang beredar di media sosial (medsos) bisa membuat masyarakat khawatir. Namun, banyak hoax bertebaran. Termasuk soal aksi demo. Dia menyebutkan bahwa belum ada informasi demo Agustus.
Untuk itu, Djamari mengajak masyarakat tetap tenang. Tidak terpengaruh oleh kabar-kabar hoax. Apalagi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dia percaya, masyarakat Indonesia saat ini sudah dapat memilih dan memilah kabar-kabar yang tidak benar tersebut.
”Tidak terjadi sesuatu yang diduga, diperkirakan, bahkan digulirkan yang akan membuat kekhawatiran pada masyarakat kita. Rupanya masyarakat kita sudah mempunyai kemampuan untuk menghadapi hal semacam itu,” ucap dia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
