Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 03.37 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan

Relawan mengibarkan Bendera Merah Putih saat peringatan HUT RI di Situ Gintung, Tengerang Selatan. (Dok. JawaPos.com) - Image

Relawan mengibarkan Bendera Merah Putih saat peringatan HUT RI di Situ Gintung, Tengerang Selatan. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Agustus merupakan bulan kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Menjelang HUT Ke-81 RI, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8). Rencananya Doa dan Zikir Kebangsaan itu akan dihadiri 100 ribu orang. 

“81 tahun membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat. Doa dan zikir kebangsaan ini sebagai rasa syukur kita, sekaligus memohon perlindungan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan ini,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Selasa (28/7).

Menurut Kamaruddin Amin, kemerdekaan adalah milik seluruh warga tanpa terkecuali. Karena itu, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur harus menjadi arah perjuangan bersama. Setiap langkah yang telah ditempuh menuju tujuan tersebut, lanjut Kamaruddin Amin, perlu disertai dengan doa.

Kegiatan itu akan diikuti oleh beragam unsur masyarakat. Mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan ormas, serta ASN dari lintas Kementerian/Lembaga. "Kami berharap kegiatan ini juga dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari rumah masing-masing," lanjutnya.

Zikir dan Doa Kebangsaan juga akan diisi dengan doa lintas agama dan paduan suara. "Jadi semua agama terlibat dalam acara ini. Ada pembacaan shalawat juga yang akan dipandu oleh Habib Syekh," terang Kamaruddin Amin.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Abu Rokhmad menambahkan, tiap rangkaian acara yang dilaksanakan mencerminkan wajah Indonesia yang rukun dalam keberagaman.

“Momentum ini menghadirkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda keyakinan dan tradisi, tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada bangsa dan negara,” ujar Abu Rokhmad yang juga ketua panitia.

Menurut dia, doa perlu menjadi energi yang menggerakkan masyarakat untuk menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. “Doa harus menumbuhkan harapan, dan harapan harus diwujudkan melalui tindakan. Dari menjaga persaudaraan, membantu sesama, hingga menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore