Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Mei 2026 | 03.04 WIB

Dramatis! Cerita Evakuasi Korban Selamat Terakhir KRL Bekasi Timur Terungkap

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari saat berbincang dengan JawaPos.com terkait dengan evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com) - Image

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari saat berbincang dengan JawaPos.com terkait dengan evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Endang Kuswati adalah korban selamat terakhir dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Tim SAR Gabungan mengevakuasi perempuan berusia 40 tahun itu pada pukul 07.25 WIB pada Selasa pagi (28/4).

Artinya lebih kurang 10 jam Endang bertahan di antara himpitan besi gerbong KRL yang ditumbur sampai hancur oleh Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek.

Kepada JawaPos.com, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari menceritakan detik-detik evakuasi korban kecelakaan maut tersebut. Dia ingat betul, Endang adalah korban selamat pamungkas yang diangkut menggunakan tandu keluar dari dalam gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Setelahnya, masih ada seorang korban meninggal dunia yang dibawa keluar oleh Tim SAR Gabungan dari gerbong yang sudah ringsek.

”Saya melihat korban (Endang) diangkat, semua bagian tubuhnya utuh, kondisinya stabil,” ucap Desiana saat diwawancarai pada Jumat siang (1/5).

Kisah Endang sempat ramai di media sosial. Sebab, dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, ayahnya yang bernama Mahfud ikut mendampingi.

Desiana mengaku memang ada yang menemani Endang saat evakuasi dilakukan. Namun, dia tidak tahu persis pendamping tersebut keluarganya atau bukan. Yang dia ingat, tim dokter terus mengupayakan agar korban selamat bisa dievakuasi dalam keadaan hidup.

”Saya salut juga mereka (para korban selamat) fisiknya kuat semua, mungkin berkat bantuan dokter yang dengan segera memberikan obat yang bagus, pas dosisnya, dan semuanya,” tutur Desiana.

Seingat perempuan yang bertugas menjadi kepala Kantor SAR Jakarta sejak awal 2024 tersebut, sebelum korban selamat dievakuasi, kondisi para korban memang mengkhawatirkan.

Mereka bukan hanya terjepit oleh besi kereta, melainkan juga terhimpit oleh jenazah korban lainnya. Posisi korban selamat ada yang membelakangi lokomotif, ada pula yang menghadap lokomotif. Di bawah mereka, korban yang tidak selamat tampak terhimpit.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore