
Suasana antrean penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Perjalanan jauh dari pinggiran kota menuju pusat Jakarta bagi para "Anker" (Anak Kereta) bukan sekadar rutinitas, melainkan perjuangan fisik.
Bagi Nuansa Raya, 35, pengguna setia KRL Commuter Line jalur Rangkasbitung-Tanah Abang, durasi 1 jam 20 menit di atas rel adalah makanan sehari-hari yang penuh dinamika.
Meski berangkat dari Stasiun Maja yang relatif ujung memberikan keuntungan berupa kursi kosong, ceritanya berubah drastis saat arah pulang.
Keuntungan mendapat tempat duduk saat berangkat kerja biasanya sirna saat jam pulang kantor. Raya menceritakan bagaimana kontrasnya kondisi gerbong dari Tanah Abang menuju Maja pada sore hari.
"Saya ikut berdesakan. Bahkan sering berdiri dari stasiun Tanah Abang sampai Stasiun Maja. Waktu tempuhnya 1 jam 20 menit. Pegel," keluh Raya kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Dilema Headway 20 Menit di Stasiun Maja
Masalah utama yang dihadapi warga di ujung jalur Rangkasbitung adalah headway atau jarak antar kereta yang terlampau lama. Jika tertinggal satu jadwal saja, konsekuensinya adalah waktu tunggu yang menguras energi.
"Sayangnya headaway (waktu jeda satu kereta dengan kereta lain) berjarak 20 menit. Jadi kalau ketinggalan kereta, nunggu kereta selanjutnya cukup lama. Gak ada alternatif lain selain menunggu kereta selanjutnya karena tidak ada kendaan lain," jelasnya.
Baca Juga:KRL Rangkasbitung Kembali Beroperasi Usai Banjir di Pondok Ranji Surut, Kecepatan Masih Terbatas!
Kondisi ini berbeda dengan stasiun yang lebih dekat ke Jakarta seperti Sudimara. Di sana, penumpang bisa menikmati jadwal kereta setiap 10 menit karena adanya tambahan keberangkatan dari Tigaraksa, Parung Panjang, dan Serpong.
Ancaman Longsor dan Cuaca Ekstrem
Selain kendala teknis jadwal, faktor alam menjadi kekhawatiran terbesar bagi pengguna jalur ini. Struktur tanah di sepanjang jalur Rangkasbitung-Tanah Abang dinilai rawan terhadap perubahan cuaca, terutama saat hujan deras melanda.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
