
Kondisi di Stasiun Tanah Abang usai terdapat gangguan KRL Greenline pada Senin (4/5) sore (X@kawairoku)
JawaPos.com - Layanan KRL Jabodetabek kini benar-benar menjadi urat nadi mobilitas masyarakat lintas daerah. Namun, lonjakan penumpang yang masif setiap harinya memicu desakan kuat untuk segera melakukan penambahan kapasitas demi kenyamanan pengguna.
Berdasarkan data awal tahun hingga Maret 2026, lintas Bogor Line atau Red Line masih mendominasi dengan lebih dari 38 juta penumpang. Sementara diurutan kedua ditempati, Cikarang Line atau Blue Line dengan 21.717.664 pengguna.
Lalu, Rangkasbitung Line atau Green Line membuntuti di posisi ketiga dengan angka mencapai 20,1 juta pengguna. Saat ini, KAI menjalankan 1.065 perjalanan KRL Commuter setiap harinya.
Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menekankan, penambahan kapasitas adalah harga mati untuk rute-rute gemuk seperti Green Line dan Red Line.
Menurutnya, ada dua cara teknis yang bisa dilakukan PT KAI untuk mengurai kepadatan di jam sibuk pagi dan sore hari.
"Kedua terpadat, berarti di situ tuh ya harus ada penambahan kapasitas. Baik itu frekuensi, bisa juga menambah keretanya," ujar Djoko kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Perpanjangan Stasiun Jadi Syarat Utama
Selain menambah jadwal perjalanan (frekuensi), penambahan jumlah kereta dalam satu rangkaian menjadi opsi yang rasional. Saat ini, standar rangkaian panjang adalah 12 kereta (SF12).
Namun, Djoko mengingatkan bahwa penambahan jumlah rangkaian harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur di setiap stasiun.
"Kalau rangkaian dua belas dilihat stasiunnya mungkin nggak dua belas? Kalau belum ya stasiunnya diperpanjang dulu sampai dua belas rangkaian bisa masuk seperti ke arah Bogor. Bogor, 12 bisa. Nah apakah Rangkasbitung tiap stasiun bisa disiapkan untuk 12?," tambahnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
