
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Booby Rasyidin (kedua kanan) memberikan keterangan pasca kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasca insiden kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, posisi gerbong khusus wanita kini menjadi sorotan publik. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi mengusulkan wacana untuk memindahkan posisi gerbong tersebut ke tengah rangkaian guna meningkatkan aspek keselamatan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan, penempatan gerbong wanita di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian kereta bukanlah tanpa alasan.
Bobby menegaskan, KAI tidak membedakan standar keselamatan berdasarkan gender. Prinsip utama KAI adalah keselamatan seluruh penumpang tanpa terkecuali.
"Seperti yang saya sampaikan tadi, KAI menjamin keselamatan ya. Bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Terkait kebijakan posisi gerbong, KAI memiliki tiga pertimbangan utama. Selain untuk kenyamanan akses, pemisahan ini berkaitan erat dengan aspek keamanan penumpang perempuan dari potensi tindakan kriminalitas.
"Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment. Yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga. Yang ketiga adalah memberikan security yang lebih, karena itu kan dekat lebih dekat dengan penjaga yang ada di ujung-ujung. Jadi untuk sementara aspek itu yang kita gunakan," terang Bobby.
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dievaluasi. Usulan ini mencuat setelah musibah kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang menelan banyak korban.
"Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan atau paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah saat meninjau situasi di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Update Terkini: Dampak Kecelakaan di Bekasi Timur
Tragedi ini bermula ketika sebuah taksi online mengalami kendala teknis di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, yang menghambat laju KRL. Rangkaian KRL yang berhenti mendadak kemudian dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022