Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 21.05 WIB

Belum Ada Tersangka: Polisi Periksa Sopir Taksi Hijau dan Masinis, Dalami Potensi Masalah Sistem dan Kelalain Petugas dalam Kecelakaan Kereta

Foto tampang sopir taksi Green SM yang tertabrak kereta dan ramai di media sosial. (Platform X) - Image

Foto tampang sopir taksi Green SM yang tertabrak kereta dan ramai di media sosial. (Platform X)

JawaPos.com - Untuk mengungkap penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Polda Metro Jaya bakal memeriksa sopir taksi listrik SM Green dan masinis Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Polisi berniat mendalami potensi masalah sistem dan human error atau kelalaian petugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan hal itu. Menurut dia semua dugaan penyebab terjadinya kecelakaan terus didalami oleh polisi. Termasuk kemungkinan faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

”Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ucap dia.

Tidak itu, pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di atas KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Demikian pula sopir taksi listrik SM Green, polisi akan memeriksa sopir tersebut karena kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tidak lepas dari kecelakaan taksi tersebut.

”Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” kata Budi.

Berdasar hasil penyelidikan sejauh ini, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kecelakaan itu bermula dari taksi listrik yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu terjadinya insiden tabrakan kereta. Saat ini belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Berdasar data terakhir pada Rabu (29/4), tercatat sebanyak 16 korban meninggal dunia. Satu korban tambahan mengembuskan napas terakhir di RSUD Kota Bekasi.

Kombes Budi menyampaikan bahwa secara keseluruhan jumlah korban kecelakaan tersebut sebanyak 106 orang. Sebanyak 90 korban luka-luka dan 16 korban meninggal dunia. Dari 90 korban luka, 46 diantaranya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

”Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” kata Budi kepada awak media.

Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Cikarang terjadi pukul 20.52 WIB. Kereta yang membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan keras menabrak KRL yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Lokomotif kereta tersebut bahkan masuk sampai ke gerbong khusus perempuan. Korban pun berjatuhan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore