
Foto tampang sopir taksi Green SM yang tertabrak kereta dan ramai di media sosial. (Platform X)
JawaPos.com - Untuk mengungkap penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Polda Metro Jaya bakal memeriksa sopir taksi listrik SM Green dan masinis Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Polisi berniat mendalami potensi masalah sistem dan human error atau kelalaian petugas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan hal itu. Menurut dia semua dugaan penyebab terjadinya kecelakaan terus didalami oleh polisi. Termasuk kemungkinan faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
”Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ucap dia.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 29 April 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Tidak itu, pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di atas KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Demikian pula sopir taksi listrik SM Green, polisi akan memeriksa sopir tersebut karena kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tidak lepas dari kecelakaan taksi tersebut.
”Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” kata Budi.
Berdasar hasil penyelidikan sejauh ini, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kecelakaan itu bermula dari taksi listrik yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu terjadinya insiden tabrakan kereta. Saat ini belum ada tersangka dalam kasus tersebut.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Libra Besok Kamis, 30 April 2026: Produktivitas Menurun, Jaga Emosi dan Keuangan
Sebelumnya diberitakan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Berdasar data terakhir pada Rabu (29/4), tercatat sebanyak 16 korban meninggal dunia. Satu korban tambahan mengembuskan napas terakhir di RSUD Kota Bekasi.
Kombes Budi menyampaikan bahwa secara keseluruhan jumlah korban kecelakaan tersebut sebanyak 106 orang. Sebanyak 90 korban luka-luka dan 16 korban meninggal dunia. Dari 90 korban luka, 46 diantaranya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
”Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” kata Budi kepada awak media.
Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Cikarang terjadi pukul 20.52 WIB. Kereta yang membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan keras menabrak KRL yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Lokomotif kereta tersebut bahkan masuk sampai ke gerbong khusus perempuan. Korban pun berjatuhan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
